Panen Raya Dongkrak Stok, Mentan Jamin Pangan Nasional Aman

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman seiring berlangsungnya panen raya padi di berbagai wilayah Indonesia pada akhir Maret 2026.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa produksi pangan nasional saat ini mampu menjamin kecukupan stok.
Kementan mencatat posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog telah mencapai lebih dari 4 juta ton dan diproyeksikan meningkat hingga mendekati 5 juta ton dalam waktu dekat. Capaian ini semakin memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Panen Raya Bergeser ke Februari 2026, Stok Beras Bulog Bakal Naik 10 Persen
“Ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Amran dalam keterangannya dikutip, Sabtu (28/3/2026).
Momentum panen raya yang terjadi secara serentak di sejumlah daerah turut menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Kondisi tersebut tercermin di berbagai sentra produksi. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, panen padi dilakukan di Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan berbasis desa yang melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok tani.
Program tersebut mengelola lahan seluas 350 hektar dengan melibatkan 350 petani, di mana sebagian lahan telah memasuki fase produktif. Model kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan sektor swasta ini menjadi contoh penguatan produksi pangan berbasis wilayah.
Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menegaskan pentingnya peningkatan luas tambah tanam dan produktivitas sebagai strategi menjaga keberlanjutan produksi.
“Peningkatan luas tambah tanam (LTT) merupakan strategi utama danalm menjaga stabilitas produksi padi, dari sisi estensifikasi, dan dari sisi intensifikasi juga harus ditingkatkan, dengan meningkatkan provitasnya”, ujarnya.
Kementan terus mendorong dukungan sarana produksi, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan), guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas di tingkat petani.
Dengan meluasnya panen raya di berbagai daerah, pemerintah optimistis produksi padi nasional tetap terjaga, sehingga mampu memperkuat cadangan pangan dan menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








