Optimalkan Potensi Cadangan Migas, PHKT Bor Dua Sumur Infill di Selat Makassar

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melakukan pengeboran pengembangan dua sumur sisipan (infill) di Lapangan Kerindingan, lepas pantai Selat Makassar, Kalimantan Timur, sejak Februari hingga Maret 2026.
Pengeboran ini merupakan bagian langkah strategis pengelolaan lapangan tua (mature) untuk menjaga keberlanjutan operasi dan produksi migas PHKT dengan cara mengoptimalkan potensi cadangan dari lapangan yang sudah beroperasi.
General Manager PHKT, Darmapala menyampaikan bahwa Perusahaan terus berinvestasi dalam kegiatan eksploitasi melalui pengeboran sumur-sumur baru guna menambah cadangan, meningkatkan recovery, menahan laju penurunan produksi, dan mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature.
Baca Juga: Jaga Pasokan Energi, Kilang Pertamina Tetap Beroperasi Saat Libur Lebaran 2026
“Untuk menjaga keekonomian proyek, kami menerapkan praktik-praktik engineering terbaik dalam setiap kegiatan pengeboran. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sekaligus meningkatkan kecepatan dan efisiensi biaya pengeboran,” kata Darmapala dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).
Sumur infill merupakan sumur tambahan yang dibor di antara sumur-sumur yang telah ada untuk meningkatkan perolehan cadangan dan mengoptimalkan produksi dari reservoir yang masih memiliki potensi.
Konsep pengembangan difokuskan untuk memproduksi cadangan di puncak struktur yang belum dapat dimonetisasi melalui sumur yang ada (existing). “Rencana pengeboran dua sumur infill ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan pengeboran sebelumnya,” ucap Darmapala
Darmapala menyampaikan, program pengembangan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi dan memperkuat kontribusi lapangan terhadap kinerja Perusahaan pada tahun 2026. Melalui pendekatan teknis berbasis data dan penerapan standar operasional terbaik.
“PHKT berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan potensi migas pada lapangan mature sejalan dengan visi dan misi Perusahaan untuk menjadi perusahaan energi nasional terdepan dalam mendukung keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi untuk ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” tuturnya.
Adapun, Lapangan Kerindingan merupakan salah satu lapangan lepas pantai yang berada di wilayah Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU) PHKT. Lapangan ini ditemukan melalui pengeboran sumur eksplorasi KER-1 pada tahun 1972 dan mulai berproduksi sejak 1976.
Sejak saat itu, pengembangan lapangan terus dilakukan secara bertahap. Hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 34 sumur telah dibor dengan capaian produksi kumulatif yang signifikan. Saat ini, Lapangan Kerindingan menjadi salah satu di antara 14 lapangan yang dikelola PHKT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







