Proyek Pomalaa Masuk Fase Operasional, Vale Catat Penjualan Perdana Nikel

AKURAT.CO PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), mencatatkan penjualan perdana bijih nikel dari Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.
Capaian ini menandai fase penting dalam transisi proyek dari tahap konstruksi menuju fase operasional yang menghasilkan pendapatan (revenue-generating phase), sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis.
Lebih dari sekadar milestone operasional, penjualan perdana ini merupakan langkah strategis dalam proses project de-risking, validasi kesiapan sistem produksi, serta penguatan fundamental pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Baca Juga: Vale Bukukan Pendapatan USD902 Juta per November 2025 di Tengah Tekanan Harga
Director and Chief Project Officer PT Vale Indonesia Tbk, Muhammad Asril, menyampaikan, peresmian area oresell di Pit PB5 dan PB1 merupakan langkah strategis untuk menjaga ritme produksi dan memastikan distribusi material berjalan optimal.
Dengan dukungan infrastruktur yang terus kami percepat, kami memastikan pencapaian target IGP Pomalaa tetap sejalan dengan prinsip operational excellence dan praktik pertambangan berkelanjutan," kata Asril dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Aktivasi kapasitas stockpile skala besar ini memperkuat stabilitas pasokan bahan baku, ketahanan logistik di tengah volatilitas pasar komoditas,dan kesiapan menuju fase produksi penuh.
Memasuki Maret 2026, IGP Pomalaa menargetkan produksi sebesar 300.000 ton limonit per bulan, atau sekitar 9.677 ton per hari. Strategi ramp-up ini dilakukan secara disiplin untuk memastikan keberlanjutan operasional serta optimalisasi kapasitas produksi.
Dengan kapasitas penyimpanan empat Mwmt dan target produksi bulanan, proyek ini memiliki inventory buffer yang memadai untuk menjaga konsistensi suplai sekaligus mengurangi risiko gangguan operasional.
Adapun, nikel merupakan komponen kunci dalam baterai lithium-ion, khususnya untuk katoda berkadar nikel tinggi yang digunakan pada kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi.
Seiring percepatan elektrifikasi global dan transisi energi, permintaan terhadap nikel diproyeksikan terus meningkat dalam dekade mendatang.
Indonesia, sebagai salah satu pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, memainkan peran strategis dalam ekosistem tersebut.
IGP Pomalaa menjadi bagian dari agenda hilirisasi nasional yang bertujuan meningkatkan nilai tambah domestik melalui integrasi pertambangan dan pengolahan.
Dengan nilai investasi terintegrasi sekitar Rp74,44 triliun (±USD4,43 miliar), IGP Pomalaa merupakan salah satu proyek strategis yang memperkuat fondasi industri nikel nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Penjualan perdana ini dimungkinkan melalui aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1, yang dirancang untuk mengoptimalkan arus material dan menjaga stabilitas produksi.
Kedua pit tersebut memiliki kapasitas penampungan hingga empat juta wet metric ton (Mwmt) bijih limonit, memberikan fleksibilitas inventori yang signifikan serta menjamin keberlanjutan suplai menuju fasilitas pengolahan di Pomalaa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu









