Penutupan Selat Hormuz, Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Minyak

AKURAT.CO Pemerintah masih mengamati dampak terhadap sektor energi imbas dari ketegangan antara Amerika Serikat, Israel dan Iran yang terjadi sejak, Sabtu (28/2/2026).
Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Septian Hario Seto menyampaikan, situasi saat ini masih berada dalam fase ketidakpastian dan belum dapat terprediksi.
"Kita harus lihat dalam beberapa minggu ke depan ya, terutama seminggu ke depan ini ya, bagaimana eskalasinya di sana," kata Seto saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Baca Juga: Kemenkeu Hitung Ulang Dampak Penutupan Selat Hormuz ke Perekonomian RI
Seto menambahkan, jika situasi antara Amerika Serikat, Israel dan Iran dapat segera terselesaikan, dampak bagi sektor energi mungkin akan terbatas.
Namun, jika situasi ini berlarut, bisa berdampak lebih ke sektor energi, Terlebih, kata Seto saat ini harga minyak dunia sudah berada diangka USD78 dari awalnya berada diangka USD60.
"Tapi kalau ini berlarut-larut, ya itu yang dikhawatirkan ya. Itu yang mungkin akan membuat kondisinya bisa lebih uncertain dan volatilitas harga di energinya bisa akan lebih tinggi gitu," ujarnya.
Lebih lanjut, Seto menuturkan untuk mengatasi dampak yang akan terjadi akibat ketegangan di Iran, pemerintah terus mengurangi ketergantungan terhadap impor terhadap komoditas energi salah satunya minyak.
"Tapi kan kalau kita lihat kalau strateginya Bapak Presiden dari awal kan kita udah coba untuk mengurangi dependensi terhadap impor ya. Tadi salah satunya biodiesel, kebijakan, dan segala macam," tutur Seto.
Sebelumnya, Israel dilaporkan meluncurkan sejumlah rudal ke ibu kota Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.
Media pemerintah Iran melaporkan sejumlah rudal menghantam kawasan di daerah Jomhouri, Teheran. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengakui pihaknya telah melakukan serangan pendahuluan terhadap Iran.
“Israel telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran untuk menghilangkan ancaman terhadap Israel,” katanya, seperti dilaporkan Times of Israel.
Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan dalam sepekan terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









