Geopolitik Timur Tengah Memanas, Pertamina Perkuat Mitigasi Risiko

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi nasional tetap stabil di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah, dengan memperkuat mitigasi risiko dan pengawasan operasional lintas negara.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan seluruh pekerja, armada, dan operasi perusahaan di kawasan Timur Tengah dimonitor secara intensif.
“Pertamina telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru,” ujar Baron, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga: Selat Hormuz di Ambang Krisis, Akankah Jadi Alarm untuk Rupiah dan Inflasi Indonesia?
Pertamina mengidentifikasi tiga unit bisnis strategis yang bersinggungan langsung dengan kawasan tersebut, yakni:
PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive, terkait pengangkutan energi global.
Pertamina Internasional EP (PIEP) yang beroperasi di Basra, Irak.
Pertamina Patra Niaga dalam pengadaan minyak mentah dan produk dari Timur Tengah.
Sebagai perusahaan energi terintegrasi, Pertamina mengelola rantai pasok dari hulu hingga hilir, termasuk produksi domestik dan impor dari berbagai negara mitra.
Seperti yang diketahui bersama, Timur Tengah merupakan salah satu kawasan utama pemasok minyak dunia.
Data global menunjukkan kawasan tersebut menyumbang sekitar sepertiga produksi minyak mentah global.
Gangguan geopolitik di wilayah tersebut secara historis kerap memicu lonjakan harga minyak dan volatilitas pasokan.
Baca Juga: Dampak Sistemik Eskalasi di Selat Hormuz
Indonesia sendiri masih mengandalkan impor untuk menutup kebutuhan minyak mentah dan BBM domestik.
Karena itu, stabilitas rantai pasok global menjadi krusial bagi ketahanan energi nasional.
Diversifikasi sumber pasokan yang dilakukan Pertamina menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan pada satu wilayah tertentu.
Secara tidak langsung, stabilitas pasokan berpengaruh langsung terhadap ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat serta dunia usaha.
Gangguan distribusi berpotensi memicu tekanan harga dan biaya logistik.
Pertamina menyatakan operasional kilang domestik terus dioptimalkan guna menjaga keseimbangan produksi dan distribusi.
Dengan sistem pasokan terintegrasi, perusahaan memastikan stok dalam kondisi aman dan terkendali.
Langkah mitigasi ini penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas energi nasional di tengah ketidakpastian global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









