Badan Industri Mineral (BIM) Siapkan Pilot Project Hilirisasi Mineral Tanah Jarang di Mamuju
Lukman Nur Hakim Akurat.co | 10 Februari 2026, 14:49 WIB

AKURAT.CO Badan Industri Mineral (BIM) menyiapkan pengembangan teknologi hilirisasi mineral tanah jarang (rare earth) melalui pembangunan proyek percontohan (pilot project) di Mamuju, Sulawesi Barat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri rare earth global.
Kepala Badan Industri Mineral, Brian Yuliarto menyampaikan, dalam tahap awal penelitian, BIM akan membangun dua fasilitas industri hilir sebagai proyek percontohan yang difokuskan pada riset dan pengembangan teknologi.
“Ini yang dalam waktu dekat akan segera kita lakukan yaitu pilot teknologi hilirisasi rare earth yang ada di Mamuju ,” kata Brian dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI dikutip, Selasa (10/2/2026).
Kepala Badan Industri Mineral, Brian Yuliarto menyampaikan, dalam tahap awal penelitian, BIM akan membangun dua fasilitas industri hilir sebagai proyek percontohan yang difokuskan pada riset dan pengembangan teknologi.
“Ini yang dalam waktu dekat akan segera kita lakukan yaitu pilot teknologi hilirisasi rare earth yang ada di Mamuju ,” kata Brian dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI dikutip, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga: Alasan AS Ngebet Akuisisi 50 Persen Mineral Tanah Jarang Ukraina
Menurut Brian, pelaksanaan proyek percontohan tersebut dilakukan sembari menunggu penyelesaian proses administrasi serta rekomendasi yang telah disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya terkait penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP).
BIM merekomendasikan agar IUP tersebut diberikan kepada Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) yang difokuskan untuk pengelolaan mineral strategis.
“Konteksnya adalah riset sambil menunggu proses administrasi dan rekomendasi yang kami sampaikan kepada Kementerian ESDM untuk penerbitan IUP yang kami rekomendasikan kepada Perminas,” ujarnya.
Melalui pengembangan pilot hilirisasi rare earth ini, Brian berharap Indonesia dapat menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain strategis dalam industri mineral tanah jarang di tingkat global.
“Diharapkan juga memberikan daya tarik bagi negara lain untuk berani juga masuk bersama-sama Indonesia mendirikan industri-industri downstreaming,” tutur Brian.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya mineral logam tanahjarang atau rare earth elements (REE) akan sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah
Adapun, dalam pidato pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 di Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (15/8/2025), Presiden Prabowo Subianto mengucap rasa syukur karena Indonesia memiliki mineral LogamTanah Jarang yang bisa digunakan untuk memperkuat Alutsista nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan ke depan kebijakan pengelolaan komoditas startegis ini akan diatur ketat dari hulu.
Pengelolaannya, kata Bahlil tidak lagi bisa dilakukan secara umum, melainkan akan menjadi kewenangan penuh negara melalui tata kelola khusus.
“Seperti misalnya logam tanah jarang kita kan sekarang harganya cukup tinggi. Ke depan kebijakan kami nanti dari hulunya, dari bahan bakunya adalah untuk logam tanah jarang tidak kami izinkan dikelola oleh umum,” kata Bahlil di Istana Negara dikutip, Selasa (26/8/2025).
Menurut Brian, pelaksanaan proyek percontohan tersebut dilakukan sembari menunggu penyelesaian proses administrasi serta rekomendasi yang telah disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya terkait penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP).
BIM merekomendasikan agar IUP tersebut diberikan kepada Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) yang difokuskan untuk pengelolaan mineral strategis.
“Konteksnya adalah riset sambil menunggu proses administrasi dan rekomendasi yang kami sampaikan kepada Kementerian ESDM untuk penerbitan IUP yang kami rekomendasikan kepada Perminas,” ujarnya.
Melalui pengembangan pilot hilirisasi rare earth ini, Brian berharap Indonesia dapat menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain strategis dalam industri mineral tanah jarang di tingkat global.
“Diharapkan juga memberikan daya tarik bagi negara lain untuk berani juga masuk bersama-sama Indonesia mendirikan industri-industri downstreaming,” tutur Brian.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya mineral logam tanahjarang atau rare earth elements (REE) akan sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah
Adapun, dalam pidato pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 di Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (15/8/2025), Presiden Prabowo Subianto mengucap rasa syukur karena Indonesia memiliki mineral LogamTanah Jarang yang bisa digunakan untuk memperkuat Alutsista nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan ke depan kebijakan pengelolaan komoditas startegis ini akan diatur ketat dari hulu.
Pengelolaannya, kata Bahlil tidak lagi bisa dilakukan secara umum, melainkan akan menjadi kewenangan penuh negara melalui tata kelola khusus.
“Seperti misalnya logam tanah jarang kita kan sekarang harganya cukup tinggi. Ke depan kebijakan kami nanti dari hulunya, dari bahan bakunya adalah untuk logam tanah jarang tidak kami izinkan dikelola oleh umum,” kata Bahlil di Istana Negara dikutip, Selasa (26/8/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








