BPH Migas Catat Penghematan Subsidi BBM Hingga Rp4,98 Triliun di 2025

AKURAT.CO Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat penghematan anggaran subsidi dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM) negara sebesar Rp4,982 triliun sepanjang tahun 2025.
Penghematan tersebut dicapai melalui pengawalan distribusi BBM yang tepat sasaran dan realisasi penyaluran yang berada di bawah kuota Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan bahwa selama Januari hingga Desember 2025, distribusi BBM subsidi dan kompensasi negara berjalan lancar serta seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Baca Juga: BPH Migas Amankan Dump Truck Penimbun BBM Subsidi di Lhokseumawe
“Di dalam distribusi realisasi Januari sampai Desember, bahwasannya BPH Migas telah mengawal dengan baik, distribusi semuanya lancar, dan terdapat penghematan BBM subsidi dan kompensasi negara tahun 2025 sebesar Rp4,982 triliun,” kata Wahyudi dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (27/1/2026).
Wahyudi merinci, penghematan terbesar berasal dari Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite yang mencapai 3.166.588 kiloliter (KL) atau setara Rp2,75 triliun.
Selanjutnya, dari penyaluran Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) minyak solar, tercatat penghematan sebesar 473.634 KL dengan nilai Rp2,11 triliun.
“Kemudian, jenis bahan bakar tertentu minyak tanah penghematannya adalah 17.056 KL, ada penghematan Rp0,22 triliun,” ujarnya.
Wahyudi menjelaskan, secara keseluruhan realisasi penyaluran BBM subsidi dan kompensasi negara pada 2025 berada pada level yang terkendali.
Penyaluran minyak tanah terealisasi 96,75% atau 507.944 KL dari total kuota APBN sebesar 525 ribu KL. Untuk JBT minyak solar, realisasi mencapai 97,49% atau 18,411 juta KL dari kuota APBN sebesar 18,885 juta KL.
Baca Juga: Suplai BBM ke Aceh Pulih, BPH Migas Turun Langsung Kawal Distribusi
“Kemudian, untuk JBKP Pertalite mencapai 89,86 persen dari total kuota nasional 31,230,017 juta KL,” tutur Wahyudi.
Selain penghematan anggaran, BPH Migas juga mencatat capaian dalam program BBM Satu Harga.
Sepanjang 2025, sebanyak 16 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) BBM Satu Harga berhasil dibangun dan telah beroperasi dengan baik. Dengan demikian, total penyalur BBM Satu Harga di seluruh Indonesia kini mencapai 599 penyalur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








