Audit KLH: Gag Nikel Didenda, Persetujuan Lingkungan Diubah

AKURAT.CO Kementerian Lingkungan Hidup mengungkapkan hasil audit lingkungan terhadap PT Gag Nikel telah rampung dan hasilnya sudah diterima pihak Kementerian.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan, dari hasil audit tersebut, ditemukan sejumlah kekurangan yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi administratif berupa denda.
Selain sanksi, Hanif menjelaskan bahwa hasil audit juga mengharuskan adanya perubahan terhadap persetujuan lingkungan dasar perusahaan.
"Audit Gag Nikel sudah kami terima, jadi kepadanya ada beberapa kekurangan, yang kemudian kita telah berikan denda. Kemudian ada perubahan, karena hasil Audit Lingkungan adalah perubahan persediaan lingkungan dasar," kata Hanif di komplek parlemen Senayan dikutip, Selasa (27/1/2026).
Hanif menegaskan, audit lingkungan tersebut dilakukan secara independen, namun tetap berada dalam pendampingan Kementerian Lingkungan Hidup. Pendampingan dilakukan bersama para akademisi yang ditunjuk untuk memastikan proses audit berjalan objektif dan sesuai kaidah ilmiah.
“Audit Lingkungan ini independen, tapi tetap kami dampingi oleh akademisi yang kami tunjuk. Jadi tidak dilepas begitu saja,” tambahnya.
Terkait status operasional Gag Nikel, Hanif menjelaskan bahwa audit lingkungan dapat dilakukan sambil kegiatan berjalan, sesuai dengan ketentuan dalam dokumen lingkungan. Audit lingkungan dilakukan ketika ditemukan permasalahan dalam dokumen atau pelaksanaannya.
Ia menyebutkan, hasil audit lingkungan dapat berujung pada tiga kemungkinan, yakni perbaikan persetujuan lingkungan, perubahan metodologi operasional, atau pencabutan izin lingkungan.
"Jadi dia (Gag Nikel) pada posisi yang pertama tadi, memperbaiki, meningkatkan persediaan lingkungannya," tutur Hanif.
Baca Juga: NHM Dukung Kegiatan Verifikasi Kawasan Hutan oleh Tim Gabungan LHK di Tambang Emas Gosowong
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut kembali berjalannya operasional PT Gag Nikel hanya untuk melalukan audit lingkungan.
Direktur Jenderal (Dirjen) Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno mengatakan saat ini PT Gag memang kembali diizinkan beroperasi.
“Kan Gag nikel diizinkan operasi untuk melakukan audit lingkungan. Karena audit lingkungan itu harus kondisi jalan,” kata Tri di kawasan Senayan dikutip, Kamis (18/9/2025).
Tri menjelaskan, untuk melalukan audit lingkungan memang operasional pertambangan harus beroperasi secara penuh. Sehingga tidak bisa hanya beroperasi setengah-setengah untuk melalukan audit tersebut
“Iya. Harus beroperasi penuh. Audit lingkungan itu harus beroperasi penuh. Kalau nggak beroperasi penuh, gimana kita tahu bahwa dia potensi pencemaran lingkungannya sebelah mana,” tambah Tri.
Audit lingkungan itu sendiri menjadi salah satu cara untuk menilai kelayakan operasional perusahaan. Nantinya, jika potensi dampak lingkungan yang serius, maka operasional perusahaan kemungkinan tidak akan dilanjutkan.
Tentang dengan berapa lama izin itu berikan, Tri menyebut tergantung Kementerian terkait yang melakukan audit disana.
“Kalau audit lingkungan nggak beres, iya. Bisa dua kemungkinan, kan. Tetap dua kemungkinan itu,” ucap Tri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang









