Menperin Agus : Investasi Harus Tingkatkan Kapabilitas Industri RI

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya dalam memastikan investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya bersifat finansial semata.
Namun, investasi tersebut harus mampu memperkuat kapabilitas industri nasional melalui alih pengetahuan dan teknologi, penguatan linkage rantai pasok domestik, serta integrasi industri Indonesia ke dalam rantai pasok global.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, arah kebijakan investasi industri Indonesia yang dibangun oleh pemerintah memperkuat kedalaman industri, keterlibatan pelaku industri dalam negeri termasuk sektor industri kecil dan menengah (IKM), serta memperluas jejaring global industri nasional.
Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Kemenperin Akselerasi Industrialisasi Pati Ubi Kayu Berbasis Hulu–Hilir
“Investasi yang kami pacu adalah investasi yang membawa know-how, teknologi, dan keterlibatan pelaku industri lokal secara nyata. Indonesia tidak ingin investasi bersifat enclave tetapi terhubung erat dengan ekosistem industri dalam negeri serta memberi peluang produk Indonesia terlibat dalam rantai pasok dunia,” kata Agus dikutip dari laman Kemenperin, Sabtu (24/1/2026).
Agus juga mengemukakan, arah kebijakan tersebut sejalan dengan pesan strategis yang disampaikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pidatonya saat menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss pada Kamis (22/1).
Indonesia menegaskan posisi sebagai negara yang stabil, kredibel, dan berpeluang besar bagi kemitraan investasi global, dan tengah bersiap memajukan industri dalam negeri secara signifikan.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menjelaskan pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi dan industrialisasi nasional, membuka ruang kolaborasi investasi jangka panjang, serta memperkuat kemitraan strategis dengan investor global.
“Danantara merupakan fondasi kemitraan Indonesia dengan pelaku investasi global. Oleh karena itu, Indonesia menawarkan peluang investasi yang tidak hanya berorientasi pada modal tetapi juga pada pengembangan nilai tambah industri nasional,” ungkap Agus.
Baca Juga: Perkuat Industri Halal, Kemenperin Bantu Sertifikasi 232 IKM Kalsel
Agus menambahkan, investasi berkualitas akan diarahkan pada sektor-sektor unggulan yang menjadi prioritas penguatan kapasitas industri nasional.
“Selain untuk mendorong alih teknologi dan pengetahuan, Kemenperin juga memperkuat dukungan untuk meningkatkan keterlibatan IKM sebagai bagian dari rantai pasok industri besar melalui program-program fasilitasi dan insentif berbasis komponen dalam negeri,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








