Cuaca Ekstrem Berlanjut, ASDP Perkuat Pengawasan Keselamatan Penyeberangan

AKURAT.CO PT ASDP Indonesia Ferry menegaskan komitmennya untuk memperketat aspek keselamatan dalam seluruh operasional penyeberangan, baik angkutan penumpang maupun logistik.
Pengetatan keselamatan ini dilakukan, karena masih berlangsungnya cuaca ekstrem di sejumlah perairan nasional, khususnya wilayah Sulawesi.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melakukan perjalanan laut di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Baca Juga: ASDP Layani 3,4 Juta Penumpang Selama Angkutan Nataru 2025/2026
Imbauan ini sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi masih berpotensi berlanjut hingga pertengahan Januari 2026.
Sejak pekan lalu, BMKG mencatat peningkatan intensitas hujan akibat dinamika atmosfer, antara lain La Niña lemah, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif, serta perambatan gelombang ekuator, yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Heru menegaskan, prakiraan BMKG menjadi dasar utama manajemen dalam mengambil kebijakan operasional penyeberangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar mengatur waktu perjalanan dengan sebaik-baiknya, mempersiapkan perjalanan secara optimal, serta tidak memaksakan diri untuk menyeberang apabila kondisi cuaca tidak aman. Keselamatan penumpang, awak kapal, dan pengguna jasa harus menjadi perhatian bersama,” kata Heru dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga: ASDP Catat 647 Ribu Penumpang Arus Balik Nataru Sumatera–Jawa
Sebagai operator penyeberangan nasional, ASDP secara konsisten melakukan pemantauan cuaca, pengecekan kesiapan kapal, serta koordinasi intensif dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), BMKG, serta unsur TNI dan Polri sebelum setiap keberangkatan.
Penyesuaian jadwal hingga penundaan operasional akan dilakukan apabila kondisi perairan dinilai berisiko, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mengutamakan aspek keselamatan.
“Dengan cuaca ekstrem yang masih berlangsung, ASDP mengajak masyarakat menjadikan informasi cuaca sebagai rujukan utama dalam merencanakan perjalanan,” tutur Heru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









