Pengembangan CBM Digenjot, Target Produksi Gas 2030 Dikejar

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan teknologi sekaligus menjaga iklim investasi minyak dan gas bumi (migas) nonkonvensional tetap aman dan menarik guna mendukung ketahanan energi nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Penandatanganan Perjanjian Kolaborasi (Collaboration Agreement) antara NuEnergy Gas Limited dan PT Beijing Energy Linking (PT BEL), yang difokuskan pada pengembangan Coal Bed Methane (CBM) atau Gas Metana Batu Bara (GMB).
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Peningkatan Produksi dan Lifting Migas Nanang Abdul Manaf, mewakili Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah krusial dalam mengoptimalkan potensi Coal Bed Methane (CBM) atau Gas Metana Batu bara di Indonesia.
Baca Juga: CEO Raksasa Migas Tolak Ajakan Trump yang Dorong Perusahaan Minyak Investasi di Venezuela
“Penandatanganan ini menjadi momentum lanjutan setelah pencapaian sejarah pada 17 Desember 2025 melalui penandatanganan Gas Sales and Purchase Agreement (GSA) pertama untuk CBM di Indonesia dengan nilai kontrak mencapai USD 200 juta,” kata Nanang dikutip dari laman Ditjen Migas, Minggu (11/1/2026).
Pemerintah pada kesempatan tersebut juga memastikan agar pengembangan CBM, khususnya di Blok Tanjung Enim, segera ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dengan adanya penetapan status PSN, diharapkan akan mendapatkan dukungan lintas sektor yang lebih kuat, percepatan perizinan dan kemudahan penggunaan lahan guna mengejar target produksi gas nasional 12 BSCFD di tahun 2030.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis terbentuknya CBM Hub di Sumatera Selatan untuk menjamin aliran gas domestik yang berkelanjutan dan mendukung swasembada energi dalam transisi energi bersih,” ujar Nanang.
Baca Juga: Bahlil: Investasi ESDM 2025 Tembus USD31,7 Miliar
Nanang menyampaikan bahwa Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas akan selalu terbuka untuk diskusi mengenai tantangan teknis atau regulasi di lapangan.
Pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa investasi di sektor ini tetap menarik, aman dan berkelanjutan.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk menegaskan dukungan penuh Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan potensi sumber daya GMB menjadi kenyataan yang secara langsung bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. Pemerintah berharap melalui penandantangan Perjanjian Kolaborasi (Collaboration Agreement) ini dapat meningkatkan standar operasional serta memberikan efek domino ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat Sumatera Selatan.
"Kehadiran PT BEL yang didukung oleh BJEI dan Envision Group diharapkan membawa standar operasional terbaik (best practices) melalui transfer teknologi pengeboran. Selain aspek teknis, kerja sama ini juga membuka potensi kolaborasi finansial untuk proyek-proyek CBM di masa depan,” ucap Nanang.
Sementara itu, Group Executive Chairman of Globaltec Formation Berhad Tan Sri Datuk Seri Panglima Goh Tian Chuan pada kesempatan yang sama juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah dan juga para mitra terhormat atas kepercayaan pada proyek gas lapisan batu bara Indonesia.
“Seperti semua proyek skala besar, akuisisi tanah dan persetujuan lisensi terkait sangat penting. Kami sungguh-sungguh meminta Pemerintah dan para pihak terkait untuk terus memberikan panduan dan dukungan di masa depan untuk membantu proyek berjalan dengan lancar,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








