Kementerian ESDM Pangkas Target Produksi Batu Bara 2026 Jadi 600 Juta Ton

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal memangkas produksi batu bara untuk tahun 2026 menjadi sekitar 600 juta ton.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan total produksi batu bara Indonesia sepanjang 2025 mencapai 790 juta ton.
Dari jumlah tersebut, sekitar 65,1% diekspor ke pasar internasional, sementara 32% digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik.
“Total produksi batubara kita di tahun 2025 sebesar 790 juta ton, dimana ekspor kita 65,1% dan domestik 32%. Untuk DMO, Alhamdulillah semua tercapai,” kata Bahlil dalam konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM 2025, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Deretan Saham yang Dimiliki Lo Kheng Hong pada 2026: Dari Batu Bara hingga Perbankan
Namun, besarnya kontribusi Indonesia di pasar global dinilai berdampak pada penurunan harga batu bara.
Bahlil menyebut total perdagangan batu bara dunia berada di kisaran 1,3 miliar ton per tahun, dengan Indonesia menyuplai sekitar 514 juta ton atau setara 43% dari kebutuhan global.
Merespons kondisi tersebut, Bahlil memastikan Kementerian ESDM akan melakukan revisi RKAB dan kuota produksi batu bara.
Dirinya menyebut langkah ini telah dibahas bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba).
“ESDM sudah saya rapatkan dengan Dirjen Minerba, kita akan melakukan revisi RKAB, kuota RKAB. Jadi produksi kita akan turunkan,” katanya.
Menurut Bahlil, penyesuaian kuota produksi saat ini masih dalam tahap perhitungan. Namun, secara kasar pemerintah mengarah pada produksi batu bara nasional di kisaran 600 juta ton per tahun.
“Yang pertama urusan RKAB. Pak Dirjen Minerba lagi menghitung. Yang jelas ya di sekitar 600 juta lah. Sekitar itu, ya kurang lebih lah ya. Kurang lebih lah. Bisa kurang, bisa lebih dikit,” tutur Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








