Inalum Siapkan Tender EPC SGAR Fase 2, Tambah Kapasitas Alumina Jadi 2 Juta Ton

AKURAT.CO PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menyiapkan pengembangan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) fase II dengan memulai proses tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC) pada tahun 2026.
Proyek yang berada di Mempawah, Kalimantan Barat, akan menambah kapasitas produksi alumina nasional sekaligus memperkuat rantai hilirisasi industri aluminium di dalam negeri.
Head of Business Development and Strategy Group PT Inalum, Al Jufri, menyampaikan bahwa SGAR fase II akan dibangun bersebelahan dengan fasilitas fase I yang telah memiliki kapasitas produksi 1 juta ton per tahun.
“Untuk SGAR fase II, rencananya tahun depan kita mulai proses tender EPC. Jadi nanti ada fase I kapasitas 1 juta ton, dan di sebelahnya fase II tambahan 1 juta ton lagi, sehingga total kapasitasnya menjadi 2 juta ton,” kata Al Jufri dalam Media Gathering Inalum dikutip, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Proyek Smelter Inalum Butuh Listrik 932 Mw, PLN Berencana Revisi RUPTL
Al Jufry menambahkan, salah satu keunggulan utama proyek SGAR Inalum adalah terjaminnya pasokan bahan baku bauksit. Seluruh kebutuhan bauksit untuk fasilitas tersebut akan dipenuhi oleh perusahaan afiliasi Inalum, sehingga integrasi hulu hingga hilir dapat berjalan optimal.
“Salah satu kelebihan kita itu, untuk offtake bauksitnya itu, kita fully di support oleh sister company kita. Jadi terintegrasi dari bauksit, alumina, hingga aluminium,” tambahnya.
Al Jufri menambahkan, pengembangan SGAR fase II ditargetkan mulai memasuki tahap produksi awal atau small scale production pada 2028. "Dan diprediksikan di 2028 sudah ada small scale production untuk SGAR fase yang kedua," tutur Al Jufry.
Diberitakan sebelumnya, Inalum mengungkapkan adanya peluang Danantara untuk mengambil peran dalam pembiayaan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) fase 2 yang bernilai hingga USD 700–800 juta.
Direktur Pengembangan Usaha Inalum, Arif Haendra, mengatakan bahwa keterlibatan Danantara untuk mendanai SGAR fase 2 masih dalam kajian. “Iya, rencananya Danantara akan berperan. Nah, nanti besarnya bagaimana setelah kita bicarakan,” kata Arif selepas acara Media Gatehring Forum Wartawan Industri (Forwin) di Sentul, Bogor, Jumat (14/11/2025).
Keterlibatan Danantara dinilai strategis karena dapat menopang kebutuhan investasi besar tanpa membebani neraca Inalum secara berlebihan. Meski demikian, Arif menyebut porsi pendanaan dari Danantara masih dalam pembahasan. Di sisi lain, Inalum tetap membuka peluang menggunakan pinjaman jika dibutuhkan.
“Kita usahakan, kalau Danantara cukup, kalau kurang ya pasti ada pinjaman. Supaya leverage kita naik. Karena kita akan bangun smelter juga,” ujarnya.
Terkait dengan final investment decision (FID) SGAR fase 2, Arif menyebut FID akan dilakukan pada Desember 2025. Hal tersebut dikarenakan baru rampungnya studi kelayakan (feasibility study/FS) pada November. “Desember (FID). Karena kajian FS-nya akan selesai November,” tambah Arif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9Harmonisasi Pendidikan dan Industri, Cara Cermat TBIG Merawat Jaringan Telekomunikasi dan Asa Anak Bangsa
- 10KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN









