ESDM Finalkan Perpres Baru untuk Atur Penyaluran LPG Subsidi

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tengah berupaya merampungkan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) baru yang akan mengatur penyaluran LPG bersubsidi secara lebih detail dan tepat sasaran.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan bahwa pihaknya belum bisa berbicara lebih jauh mengenai skema subsidi yang berpotensi berubah tahun depan, namun memastikan bahwa regulasi baru terkait LPG sedang difinalkan.
“Jadi saya tidak ingin bicara skema, cuma saya ingin sampaikan bahwa saat ini saya saya pikir kemarin sudah disampaikan juga oleh Pak Sekjen. Saat ini kita sedang berupaya menuntaskan rancangan Perpres terkait LPG," kata Laode di Kementerian ESDM, Selasa (9/12/2025) malam.
Baca Juga: ESDM Ungkap RI Kehilangan Rp500 T Devisa akibat Impor Minyak
Laode menjelaskan, regulasi yang berlaku saat ini belum mengatur secara rinci mekanisme bisnis LPG hingga ke tingkat paling bawah, yakni pengecer atau sub pangkalan.
Melalui Perpres baru ini, kata Laode, nantinya seluruh rantai penyaluran akan diatur agar distribusi menjadi lebih tertata dan tepat sasaran.
“Kalau yang sekarang ini kan belum ada ketentuan yang mengatur bagaimana bisnis itu sampai ke ujung ya, ke sub apa agen, pangkalan, sub pangkalan," jelasnya.
Selain mengatur struktur distribusi, Perpres baru ini juga dirancang untuk membatasi penerima LPG subsidi berdasarkan kelompok pendapatan atau desil ekonomi. Selama ini, semua desil masyarakat masih dapat mengakses LPG subsidi secara bebas.
Baca Juga: ESDM Ungkap 365 IUP Nikel, Hilirisasi Diklaim Dongkrak Ekspor 10 Kali Lipat
“Kemudian sekarang masih free kan, semua desil masih berhak dan dikasih. Nah tahun depan kita melihat juga kuotanya kan tidak sebesar kalau kita lihat tahun ini kan lebih dari 8 juta. Tahun depan hanya 8 juta," ucap Laode.
Melalui aturan baru, kelompok dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi seperti desil 8, 9, dan 10 akan mulai dibatasi aksesnya. Pemerintah akan menetapkan batas atau cap tertentu agar subsidi lebih tepat sasaran kepada kelompok yang berhak.
Laode menegaskan bahwa regulasi tersebut merupakan Perpres baru, bukan revisi dari aturan lama.
“Perpres baru. Khusus LPG,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya
- 10Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa








