Pertamina Pamer Temuan MNK 724 Juta Barel di Blok Rokan, Jadi yang Terbesar dalam Dekade Terakhir

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) menjabarkan capaian yang berhasil dicapai dalam periode tahun 2025. Capaian tersebut mulai dari peningkatan produksi hingga penguatan infrastruktur gas.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina, Oki Muraza mengatakan salah satu capaian yang menjadi sorotan adalah adalah ditemukannya potensi migas non-konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan yang mencapai 724 juta barel, menjadikannya sebagai the largest discovery dalam 10 tahun atau dekade terakhir.
"Ini merupakan salah satu penemuan konvensional maupun non-konvensional terbesar di Pertamina Group," kata Oki dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (19/11/2025).
Wilayah Kerja (WK) migas strategis di Riau yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan menjadi tulang punggung produksi minyak nasional, menyumbang sekitar 25-27% produksi minyak Indonesia.
Baca Juga: Rencana Mergen 3 Anak Usaha Pertamina Masuk Pembahasan Akhir
Di sektor energi hijau, Pertamina mulai memproduksi sustainable aviation fuel (SAF) dengan kapasitas awal 9.000 barel per hari. Pertamina juga tengah mengonversi tiga kilang untuk memungkinkan coprocessing dengan bahan baku minyak jelantah (used cooking oil), guna mendukung penyediaan bahan bakar aviasi rendah emisi.
"Kemudian yang ketiga untuk infrastruktur gas kami juga berhasil melakukan revitalisasi di tangki Arun yang harapannya akan selesai di bulan Desember tahun 2025 ini," tambah Oki
Selain itu, empat tangki BBM baru masing-masing berkapasitas 29.000 meter kubik disiapkan untuk memperkuat kemampuan inventori Kilang Balongan dalam melayani kebutuhan energi di wilayah Jawa Barat.
Di hilir, proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan juga menunjukkan progres signifikan. Proyek strategis ini akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang menjadi 360 ribu barel per hari, sehingga dapat memperbesar produksi BBM nasional dan mengurangi ketergantungan impor.
"Kemudian untuk jaringan gas yang nantinya akan mengurangi impor LPG. Saat ini jumlah pelanggan sudah mencapai 824 ribu lebih dan kami terus akan memperkuat infrastruktur pipa gas LNG CNG kompres natural gas dan juga LPG yang akan tumbuh terus lebih dari 33 ribu kilometer jaringan," tutur Oki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo








