AKURAT.CO Perum Bulog menegaskan bahwa seluruh beras yang disalurkan melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai wilayah Indonesia berada dalam kondisi baik, layak konsumsi, dan tepat sasaran.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan mutu terbaik.
“Kami berkomitmen penuh menjaga kualitas beras, menjaga nama baik negara, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia,” kata Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Baca Juga: Bulog Targetkan Distribusi 1,5 Juta Ton Beras SPHP hingga Akhir 2025
Rizal menjelaskan bahwa Bulog terus melakukan upaya ekstra dalam pengawasan kualitas beras, mulai dari penyimpanan hingga proses penyaluran. Dengan penyerapan produksi dalam negeri yang telah menembus lebih dari 3 juta ton, Bulog menerapkan sistem kontrol ketat agar stok yang beredar di pasaran benar-benar memenuhi standar konsumsi yang sehat.
“Kami pastikan beras yang diterima masyarakat adalah beras layak konsumsi dan sehat,” tegasnya.
Sebagai bagian dari sistem pengendalian mutu, Bulog melakukan pemeriksaan rutin terhadap stok beras di gudang. Apabila ditemukan tanda-tanda penurunan kualitas, Bulog segera mengambil tindakan cepat melalui proses pemisahan, reprocessing (pengolahan ulang), atau pemilahan menggunakan mesin modern. Dengan demikian, hanya beras yang memenuhi standar mutu yang akan disalurkan kepada masyarakat.
Untuk mencegah penumpukan dan menjaga rotasi stok tetap efisien, Bulog menerapkan prinsip FIFO (First In, First Out) dan FEFO (First Expired, First Out). Kedua prinsip tersebut memastikan sirkulasi stok berjalan optimal, sehingga beras yang disalurkan selalu dalam kondisi terbaik dan tidak melewati masa penyimpanan yang panjang.
Sebelum beras SPHP didistribusikan ke pasar, Bulog juga melakukan pengecekan ulang baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Pemeriksaan ini mencakup uji kadar air, warna, aroma, hingga tekstur beras, guna memastikan hanya beras yang memenuhi standar mutu pemerintah yang dapat diterima masyarakat.
Baca Juga: Pemda Harus Kawal Distribusi dan Harga Beras Lewat 7 Kanal SPHP
“Prinsip kami jelas, negara harus memberikan yang terbaik untuk rakyatnya. Bulog menjaga kualitas beras dengan pemeliharaan ketat,” ujar Rizal.
Sepanjang tahun 2025 hingga 10 November, Bulog mencatat telah menyalurkan lebih dari 603 ribu ton beras SPHP ke seluruh Indonesia. Penyaluran tersebut dilakukan melalui tujuh jalur resmi, antara lain pengecer di pasar rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, outlet pangan binaan pemerintah daerah dan Gerakan Pangan Murah (GPM), gerai BUMN, instansi pemerintah (TNI-Polri), Rumah Pangan Kita (RPK) milik Bulog, serta ritel modern.
Tak hanya itu, Bulog juga menggandeng PT Pegadaian sebagai salah satu mitra dalam penyaluran beras SPHP melalui gerai BUMN. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah dengan memperluas jangkauan program operasi pasar murah di berbagai daerah.
Selain kerja sama dengan Pegadaian, Bulog kini tengah menyiapkan kemitraan strategis bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia. Melalui kerja sama dengan Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo), Bulog berupaya mengoptimalkan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP), terutama untuk mendukung program SPHP di lingkungan Lapas.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan keseriusan Bulog dalam menjalankan mandat negara, tidak hanya menjaga stok beras nasional, tetapi juga memastikan kualitas dan ketepatan sasaran distribusi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T










