Bapanas: Indonesia Turunkan Harga Beras Dunia Berkat Lonjakan Produksi

AKURAT.CO Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan Indonesia kini memainkan peran penting dalam mempengaruhi harga beras dunia setelah mampu meningkatkan produksi dan menghentikan impor sepanjang 2025.
Menurutnya, kebijakan tersebut membuat harga beras global turun signifikan dalam satu tahun terakhir.
Amran mengungkapkan bahwa harga beras internasional yang sebelumnya berada di kisaran USD650 per ton, kini turun menjadi sekitar USD371 per ton.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Melimpah, Kementan Siapkan Strategi Tanam Nasional
Penurunan itu, katanya, tidak terlepas dari kontribusi petani Indonesia yang mampu meningkatkan pasokan beras nasional sehingga mengurangi tekanan permintaan global.
Dalam Rapat Pengendalian Inflasi di Kementerian Dalam Negeri, Amran menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti efektivitas strategi pangan pemerintah.
Dirinya menilai kontribusi petani menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas produksi, sekaligus memberikan dampak bagi pasar internasional.
Menurut Amran, kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memutuskan untuk menghentikan impor beras sejak awal tahun menjadi pendorong utama perubahan dinamika pasar dunia.
“Indonesia sebelumnya importir besar. Ketika impor dihentikan, dampaknya langsung terasa di pasar global,”nasional di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Baca Juga: Ini Arahan Presiden Prabowo ke Mentan Sekaligus Kepala Baru Bapanas
Berdasarkan data perkembangan harga beras putih 5 persen (FOB) dari negara eksportir seperti Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar, harga pada Januari 2024 masih berada pada rentang USD622–655 per ton.
Namun pada Desember 2024, setelah pengumuman kebijakan stop impor, harga mulai turun hingga USD455–514 per ton.
Indikator global seperti FAO All Rice Price Index (FARPI) turut mencatat penurunan. Pada Desember 2024 indeks turun 1,2% menjadi 119,2 poin, sementara indeks terbaru pada September 2025 kembali melemah ke 100,9 poin.
Amran juga menunjuk data produksi beras nasional yang dirilis BPS sebagai faktor penguat pengaruh Indonesia di pasar internasional.
Produksi beras 2025 tercatat mencapai 34,77 juta ton, tertinggi sejak 2019 dan meningkat 4,15 juta ton dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Bapanas, proyeksi ketersediaan beras nasional 2025 tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menghasilkan surplus sekitar 3,8 juta ton.
Surplus tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mandiri dalam pemenuhan kebutuhan beras.
Dengan produksi yang meningkat dan impor yang dihentikan, Amran menilai Indonesia sedang menuju kembali ke status swasembada beras. “Ini hasil kerja keras petani, pemerintah daerah, dan seluruh kementerian,” ujarnya.
Dirinya menambahkan bahwa tren peningkatan indeks harga gabah di tingkat petani dari 136,78 pada Januari 2025 menjadi 146,24 pada Oktober 2025 menunjukkan kesejahteraan petani ikut membaik seiring peningkatan produksi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








