Ada IK CEPA, Wamendag Dorong Kolaborasi Dagang RI - Korsel
Hefriday | 24 Oktober 2025, 15:56 WIB

AKURAT.CO Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia Dyah Roro Esti menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri Korea Selatan Koo Yun Cheol di sela kegiatan Pertemuan Tingkat Menteri Reformasi Struktural Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) ke-4 yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan.
Wamendag Roro menjelaskan bahwa pertemuan bilateral tersebut membahas berbagai peluang strategis untuk mendorong pemanfaatan Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) serta memperkuat partisipasi pelaku usaha kecil dan menengah melalui program “UMKM Bisa Ekspor” yang digagas Kementerian Perdagangan.
“Dalam pertemuan dengan Deputy Prime Minister Korea Selatan Koo Yun Cheol, kami membahas banyak hal, salah satunya adalah bagaimana meningkatkan utilisasi IK-CEPA dan memperluas jangkauan program UMKM Bisa Ekspor,” ujar Roro dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Perjanjian IK-CEPA merupakan bentuk kerja sama ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Korea Selatan yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2023.
Kesepakatan ini merupakan hasil negosiasi panjang sejak tahun 2012 dan baru ditandatangani oleh kedua negara pada 2020. Melalui perjanjian ini, kedua negara berkomitmen untuk memperkuat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.
IK-CEPA mencakup berbagai bidang kerja sama, termasuk perdagangan barang dan jasa, investasi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, transfer teknologi, serta harmonisasi kebijakan hukum dan kelembagaan.
Perjanjian ini diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan daya saing ekonomi kedua negara di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
Dalam konteks perdagangan, IK-CEPA memberikan fasilitas tarif preferensial dan kemudahan ekspor-impor bagi pelaku usaha di kedua negara.
Roro menilai, hal ini merupakan peluang besar bagi produk-produk unggulan Indonesia, terutama dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk menembus pasar Korea Selatan yang dikenal potensial dan berdaya beli tinggi.
“Kerja sama ekonomi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pelaku UMKM Indonesia. Melalui program UMKM Bisa Ekspor, kami ingin memastikan bahwa produk lokal dapat bersaing di pasar internasional, termasuk di Korea Selatan,” tutur Wamendag.
Dalam pertemuan tersebut, Dyah Roro Esti juga menyerahkan kopi Ijen sebagai buah tangan simbolis kepada Wakil Perdana Menteri Koo Yun Cheol.
Dirinya menjelaskan bahwa kopi asal Jawa Timur itu merupakan salah satu produk unggulan Indonesia yang telah memenuhi standar internasional dan memiliki cita rasa khas yang diminati pasar global.
“Kopi Ijen ini berasal dari Jawa Timur. Kita tahu masyarakat Korea sangat gemar minum kopi. Karena itu, kami ingin memperkenalkan bahwa Indonesia memiliki produk kopi berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar internasional,” kata Roro.
Wamendag juga menekankan bahwa kerja sama bilateral seperti IK-CEPA tidak hanya fokus pada perdagangan, tetapi juga pada pengembangan kapasitas dan pertukaran teknologi.
Indonesia berharap dapat memperkuat kolaborasi di bidang industri kreatif, ekonomi hijau, serta pelatihan tenaga kerja untuk mendukung transformasi ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus memfasilitasi pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan peluang dari perjanjian perdagangan bebas tersebut.
Upaya ini dilakukan melalui pelatihan ekspor, pendampingan sertifikasi produk, serta promosi dagang di berbagai negara mitra strategis.
Melalui diplomasi ekonomi ini, Roro Esti berharap hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan dapat semakin erat, tidak hanya dalam aspek perdagangan tetapi juga dalam investasi, inovasi teknologi, dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.
“Kami ingin menjadikan kerja sama ini sebagai contoh sinergi nyata antara negara berkembang dan negara maju dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







