AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus memperkuat hubungan dagang dan investasi dengan Afrika Selatan melalui kerja sama lintas sektor yang mencakup industri, transisi energi, logistik, infrastruktur, pertanian, serta ekonomi digital.
Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang pasar baru dan meningkatkan nilai perdagangan kedua negara.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi, dan Lingkungan Hidup Kadin Indonesia, Bobby Gafur Umar, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring pelaku usaha Indonesia ke kawasan Afrika.
Menurutnya, sektor-sektor tersebut dipilih karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.
“Kerja sama ini bertujuan memperkuat hubungan ekonomi selatan-selatan dan menciptakan peluang baru bagi pengusaha dari kedua negara,” ujar Bobby dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Bobby menyebut, nilai perdagangan bilateral Indonesia–Afrika Selatan pada tahun 2024 mencapai USD1,6 miliar, dengan ekspor Indonesia senilai USD784 juta dan impor dari Afrika Selatan mencapai USD379 juta. Meski angka itu belum terlalu besar, ia menilai potensi pertumbuhannya sangat menjanjikan.
“Nilai tersebut menunjukkan adanya potensi besar yang belum tergarap optimal. Kami ingin memastikan kolaborasi ini dapat mempercepat peningkatan nilai perdagangan di masa mendatang,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya memperdalam kolaborasi, Kadin Indonesia menyelenggarakan South Africa–Indonesia Business Forum di Jakarta pada Selasa (21/10/2205).
Forum tersebut menjadi wadah bagi pengusaha dan pemangku kepentingan kedua negara untuk memperkuat komitmen membangun kemitraan jangka panjang.
“Forum ini adalah bentuk deklarasi bahwa Indonesia dan Afrika Selatan siap tumbuh bersama sebagai dua kekuatan ekonomi utama di kawasan selatan dunia. Kami ingin menciptakan kemitraan yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan,” ujar Bobby.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Perjanjian Luar Negeri Kadin Indonesia, Pahala Mansury, menilai kerja sama dengan Afrika Selatan dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat rantai pasok global, terutama di sektor pangan dan manufaktur.
“Kerja sama ini membuka peluang bagi kedua negara untuk membangun rantai pasok pangan yang lebih tangguh, sekaligus memperkuat ketahanan nasional,” kata Pahala.
Dirinya menambahkan, kolaborasi ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor dari kawasan lain.
Pahala menjelaskan, Indonesia saat ini memiliki 19 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berfokus pada sektor industri dan ekspor, sementara Afrika Selatan tengah mengembangkan 11 KEK sebagai pusat produksi regional. Menurutnya, kerja sama antar-KEK kedua negara bisa menciptakan ekosistem industri baru yang saling melengkapi.
“Kolaborasi antar-KEK dapat menjadi pintu masuk bagi investasi dua arah. Indonesia bisa menjadi basis produksi dan distribusi ke Asia, sementara Afrika Selatan bisa membuka akses ke pasar Afrika,” jelasnya.
Selain itu, Kadin juga mendorong sinergi pelaku usaha di sektor ekonomi digital dan energi terbarukan, sejalan dengan agenda transisi energi yang menjadi perhatian global.
Indonesia dan Afrika Selatan disebut memiliki tantangan dan peluang serupa dalam hal diversifikasi energi dan pengembangan teknologi hijau.
Kadin berharap kerja sama tersebut tidak hanya memperkuat hubungan antar-pemerintah dan pelaku usaha besar, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi pelaku UMKM di kedua negara.
“Kami ingin memastikan kerja sama ini berdampak nyata bagi masyarakat, bukan hanya di tingkat korporasi,” kata Bobby.
Melalui berbagai inisiatif ini, Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat diplomasi ekonomi dan memperluas peran di pasar global, khususnya di kawasan Afrika yang tengah tumbuh pesat.
“Ini langkah strategis menuju kemitraan ekonomi yang berkeadilan dan saling menguntungkan,” tukas Bobby.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









