Integrasi LRT dan MRT Dongkrak Penumpang Commuter Line Sepanjang 2025

AKURAT.CO KAI Commuter menyatakan integrasi layanan dengan moda transportasi lainnya seperti LRT dan MRT semakin mempermudah dan memperkuat peran transportasi publik dalam mendukung mobilitas harian masyarakat.
Konektivitas antarmoda di sejumlah titik strategis membuat perjalanan menjadi lebih praktis dan efisien bagi masyarakat.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus menyampaikan bahwa di Stasiun Sudirman salah satunya yang menjadi titik integrasi antar moda tersibuk, karena terhubung langsung dengan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas dan Stasiun MRT Dukuh Atas.
Baca Juga: Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Rekrutmen KAI 2025 dan Tahapan Lanjutan yang Harus Diketahui
Sepanjang 2025 hingga Agustus kemarin, Joni mengatakan rata-rata volume harian pengguna Commuter Line di stasiun Sudirman tercatat mencapai 39,2 ribu orang tiap harinya.
“Angka meningkat sebanyak 13,3 persen di periode yang sama pada tahun 2024 yaitu sejumlah 34,6 ribu orang per hari,” kata Joni dikutip dari laman KAI, Sabtu (27/9/2025).
Lebih lanjut, Joni meyebut peningkatan serupa juga terlihat di Stasiun Commuter Line Cawang, yang terkoneksi langsung dengan Stasiun LRT Jabodebek Cikoko.
Pada periode yang sama, stasiun Cawang melayani sekitar 26,9 ribu pengguna tiap harinya, atau meningkat sebesar 40,1% jika dibanding periode tahun 2024 yaitu sebanyak 19,2 ribu pengguna perharinya.
“Lonjakan ini menunjukkan bahwa integrasi layanan Commuter Line dengan moda transportasi lainnya menjadi solusi efektif bagi masyarakat yang beraktivitas dan melanjutkan perjalanan dengan cepat ke berbagai titik tujuan, ke sentra-sentra ekonomi atau ke pusat perkantoran,” ujar Joni.
Hal yang senada juga disampaikan Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan, bahwa tidak hanya perjalanan dalam kota, layanan Commuter Line juga terintegrasi dengan layanan KA Jarak Jauh.
Baca Juga: Jadwal Promo HUT KAI ke-80: Flash Sale Tiket Kereta Rp80.000 di Bulan September 2025!
Integrasi ini memudahkan mobilisasi pengguna Commuter Line yang akan menggunakan KA Jarak Jauh atau sebaliknya.
Sejumlah stasiun yang terintegrasi dengan layanan KA Jarak Jauh sepanjang 2025 ini juga mengalami peningkatan volume pengguna Commuter Line.
Salah satunya di Stasiun Pasar Senen, sepanjang tahun ini sebanyak 6,9 ribu lebih pengguna Commuter Line yang lebih banyak 1,5% persen dibanding tahun 2024 yaitu sebanyak 6,8 ribu lebih pengguna.
“Sedangkan di Stasiun Jatinegara sebanyak 10 ribu lebih orang (naik 8,5%), Stasiun Bekasi 34 ribu lebih orang (naik 3,7%), dan Stasiun Cikarang 19 ribu lebih orang (naik 9,5%)," ucapnLeza.
Khusus di Stasiun Cikarang, layanan Commuter Line Lokal Walahar yang juga terintegrasi dengan Commuter Line Jabodetabek dan KA Jarak Jauh juga mengalami peningkatan.
Di Tahun 2025 ini jumlah pengguna Commuter Line Walahar sebanyak 1,3 juta lebih orang, atau meningkat 30% dibanding tahun 2024 yaitu sebanyak kurang lebih 1 juta orang.
Volume penumpang KAI Commuter sepanjang 2025 menunjukkan perubahan positif dibandingkan tahun sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









