Akurat

Pemerintah Gelontorkan 52.400 Ton Jagung Murah untuk Peternak Rakyat

Dedi Hidayat | 26 September 2025, 13:00 WIB
Pemerintah Gelontorkan 52.400 Ton Jagung Murah untuk Peternak Rakyat

AKURAT.CO Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi memulai pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung bagi peternak rakyat.

Penugasan kepada Perum Bulog telah diterbitkan melalui surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 262/TS.02.02/K/9/2025 tanggal 23 September.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa program SPHP jagung ini menggunakan stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) sebanyak 52.400 ton dan dilepas dengan harga Rp 5.500 per kilogram (kg) sampai peternak.

Baca Juga: Bapanas Gandeng Aprindo Distribusikan 800 Ribu Ton Beras SPHP

Sementara anggarannya telah tersedia di NFA sejumlah Rp 78,6 miliar dengan asumsi subsidi harganya Rp 1.500 per kg.

"Dengan harga Rp 5.500 per kilogram untuk peternak rakyat. Jadi ini sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo bahwa pemerintah harus hadir bagi produsen pangan dalam negeri," kata Arief dikutip dari laman Bapanas, Jumat (26/9/2025).

Lebih lanjut, penggelontoran SPHP jagung diharapkan dapat menekan harga jagung di tingkat peternak dan juga nantinya berimplikasi pula pada kondisi harga telur dan daging ayam.

Harga jagung di tingkat peternak terpantau telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) sebagaimana yang telah ditetapkan sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional nomor 6 Tahun 2024, yakni Rp 5.800 per kg.

Per 23 September, Panel Harga Pangan NFA mencatat rerata harga jagung di tingkat peternak secara nasional menyentuh Rp 6.736 per kg atau 16,14 persen di atas HAP. Level harga ini meningkat 4,32 persen dibandingkan sebulan sebelumnya yang saat itu berada di harga Rp 6.457 per kg.

Baca Juga: Kadin dan Bapanas Gelar Gerakan Pangan Murah di Lampung

Rerata harga telur dan daging ayam di tingkat konsumen tercatat masih di bawah HAP, tapi mengalami kenaikan secara gradual. Per 23 September, rerata harga telur ayam Rp 29.992 per kg dan ini naik 1,43 persen dibandingkan sebulan lalu yang Rp 29.568 per kg.

Sementara rerata harga daging ayam Rp 38.339 per kg dan telah mengalami eskalasi harga 8,28 persen dibandingkan sebulan lalu yang Rp 35.408 per kg.

"Kestabilan ini perlu pemerintah jaga agar masyarakat tetap dapat memperoleh akses protein yang bergizi dengan harga yang baik," ujar Arief.

Adapun, untuk penerima program SPHP jagung di tahun 2025 ini telah melalui verifikasi bersama antara Badan Pangan Nasional dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian serta Perum Bulog.

Hasilnya total 2.109 peternak yang akan disasar dalam SPHP jagung tahun ini. Ini ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 9046/KPTS/PK.240/F/09/2025.

Rinciannya dari 2.109 penerima tersebut terdiri dari peternak mikro 192 peternak, peternak kecil 1.693 peternak, dan peternak menengah 224 peternak.

Penerima tersebar di 16 provinsi antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I.Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.