Kementerian PU Kebut Bendungan Tanju Untuk Suplai Irigasi Pertanian di NTB

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan kunjungan kerja ke Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kunjungan ini untuk memastikan bendungan multifungsi tersebut dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung suplai air irigasi pertanian.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian jaringan irigasi agar air bendungan benar-benar sampai ke lahan pertanian masyarakat. “Karena itu, saya membentuk tim teknis terpadu yang akan turun langsung mencari solusi komprehensif agar bendungan ini berfungsi optimal,” kata Dody, Senin (22/9/2025).
Adapun, Bendungan Tanju selesai dibangun pada 2017 dan mulai beroperasi pada 2018, memiliki kapasitas tampung 17,86 juta m³ dengan luas genangan 324,20 hektare.
Baca Juga: Kemajuan Proyek Bendungan Bulango Ulu Gorontalo Capai 87 Persen
Bendungan Tanju dirancang untuk mengairi Daerah Irigasi (DI) Tanju seluas 2.242 hektare, serta memperkuat sistem Rababaka Komplek yang menjadi penopang utama ketahanan pangan di wilayah Dompu dan Bima.
Dody menekankan perlunya kerja sama lintas sektoral, termasuk dukungan dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga masyarakat, untuk mempercepat penyelesaian saluran irigasi sepanjang 24 km kanan dan kiri (48 km total) yang menyalurkan air dari bendungan menuju sawah
“Saya tidak mau lagi masyarakat menunggu bertahun-tahun. Harapan saya, dalam waktu dekat solusi teknis bisa segera diterapkan,” tegasnya.
Dengan adanya kontinuitas suplai air dari Bendungan Tanju, para petani yang sebelumnya hanya bisa menanam satu kali setahun diharapkan dapat menanam 2–3 kali setahun. Hal ini akan meningkatkan produktivitas pertanian di Dompu yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung dan beras di NTB.
Dody menambahkan akan kembali meninjau Bendungan Tanju setelah tim teknis menyelesaikan kajian lapangan secara menyeluruh. “Saya ingin memastikan bendungan ini benar-benar memberikan manfaat maksimal, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama di Kawasan Timur Indonesia,” tutur Dody.
Sementara itu, Kepala Desa Tanju Buyung Susanto setempat menyampaikan bahwa keberadaan Bendungan Tanju merupakan harapan lama masyarakat desa-nya yang tinggal di kawasan dengan kondisi alam relatif tandus.
"Kami berharap bukan hanya jagung yang menjadi andalan, tetapi juga padi bisa berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Buyung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








