Kerja Sama dengan HyET, Pertamina NRE Dorong Inovasi Teknologi EBT

AKURAT.CO Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani nota kesepahaman dengan HyET Group untuk mengakselerasi pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) melalui inovasi teknologi.
CEO Pertamina NRE, John Anis mengatakan melalui peran strategisnya dalam Grup Pertamina, Pertamina NRE terus mendorong dekarbonisasi dengan mengembangkan portofolio bisnis energi bersih di berbagai lini.
“Pengembangan EBT memerlukan inovasi teknologi. Dengan expertise yang dimiliki HyET dalam teknologi EBT kami berharap melalui kerja sama strategis ini akan terjadi knowledge transfer yang akan akselerasi transisi energi,” kata John, Senin (8/9/2025).
Kerja sama ini mencakup berbagai lingkup, mulai dari identifikasi peluang penerapan teknologi HyET di Indonesia, pengembangan proyek percontohan (pilot project), transfer pengetahuan dan peningkatan kapabilitas, hingga pembentukan jalur komersialisasi yang mendukung percepatan adopsi teknologi energi baru terbarukan.
Baca Juga: Investasi Pertamina NRE Berhasil, Laba CREC Melonjak 38 Persen
Pertamina NRE memandang kerja sama dengan mitra strategis sangatlah penting untuk transfer pengetahuan, teknologi, serta meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia.
Untuk itu Pertamina NRE cukup agresif dalam menjalin kerja sama dengan mitra strategis yang memiliki reputasi dalam kapabilitas maupun pengalamannya dalam teknologi pengembangan EBT.
Hal ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Pertamina NRE tapi juga transisi energi secara nasional di Indonesia.
Selain mengembangkan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan, saat ini Pertamina NRE juga mengembangkan hidrogen rendah emisi, bioethanol untuk bahan bakar nabati, serta bisnis karbon, serta solusi rendah karbon lainnya.
Sementara itu, CEO HyET Group Rombout Swanborn melihat Indonesia sebagai salah satu pasar yang sangat potensial untuk pengembangan energi terbarukan.
“Dengan menggabungkan keahlian teknologi HyET dan kapasitas Pertamina NRE sebagai salah satu pemain utama dalam industri EBT, kami yakin kerja sama ini akan melahirkan solusi yang relevan, efektif, dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap transisi energi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara,” ungkap Swanborn.
Adapun, HyET Group merupakan perusahaan teknologi dari Belanda yang fokus pada solusi inovatif dalam pengembangan energi terbarukan dan hydrogen.
Spesialisasinya mencakup teknologi panel surya , teknologi elektrolisis hemat energi, baterai lithium, serta teknologi pengembangan hydrogen biru dan hijau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik







