AKURAT.CO Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 diproyeksikan bukan hanya sebagai ajang pesta diskon, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat posisi produk lokal di pasar digital.
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Hilmi Adrianto menegaskan pihaknya menargetkan setengah dari total transaksi selama gelaran tersebut berasal dari produk buatan Indonesia.
Menurut Hilmi, dominasi produk lokal menjadi target penting karena UMKM dan produsen dalam negeri memiliki potensi besar untuk menguasai pasar nasional sekaligus memperluas jangkauan ke konsumen digital.
“Harbolnas tahun ini kita dorong agar lebih dari 50 persen transaksi berasal dari produk lokal,” ujarnya dalam konferensi pers Road to Harbolnas 2025 di Jakarta, Senin (8/9/2025).
Selain itu, idEA bersama platform niaga elektronik juga menargetkan nilai transaksi Harbolnas tahun ini bisa menembus Rp35 triliun. Angka tersebut tumbuh sekitar 12,2 persen dibanding capaian tahun lalu yang mencapai Rp31,2 triliun.
Baca Juga: Cetak Rekor, Transaksi Harbolnas 2024 Tembus Rp31,2 Triliun
Peningkatan tersebut diyakini bisa tercapai jika UMKM mendapatkan ruang promosi yang lebih luas dan konsumen semakin percaya pada kualitas produk dalam negeri.
Untuk mempersiapkan agenda tahunan tersebut, idEA meluncurkan program Road to Harbolnas 2025 yang berlangsung sejak September hingga Desember.
Program ini dirancang sebagai ruang belajar sekaligus penguatan kapasitas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, agar siap menghadapi lonjakan permintaan pada puncak Harbolnas.
Hilmi menjelaskan, kegiatan Road to Harbolnas akan membantu UMKM meningkatkan kemampuan promosi, memperkuat rantai pasok, hingga memperluas katalog produk.
“Kesiapan ini bukan hanya dari sisi platform e-commerce, tetapi juga dari para pelaku usaha yang akan tampil dengan penawaran terbaiknya,” kata Hilmi.
Dukungan serupa juga datang dari pemerintah. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya peningkatan porsi produk lokal dalam transaksi e-commerce.
Menurutnya, pengalaman Harbolnas 2024 yang mencatat lebih dari 30% transaksi berasal dari produk buatan Indonesia harus dijadikan pijakan untuk mencapai angka yang lebih tinggi tahun ini.
Airlangga juga meminta penyelenggara untuk memperbesar program diskon, baik di kanal daring maupun luring. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih terdorong berbelanja produk Indonesia melalui e-commerce, ritel, maupun pusat perbelanjaan.
“Kita dorong agar barang yang dijual sebagian besar adalah buatan Indonesia dengan harga bersaing,” ucapnya.
Langkah memperbesar diskon dinilai mampu meningkatkan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pada momen sebelumnya, seperti perayaan HUT ke-80 RI, program diskon hingga 17% terbukti mampu mengungkit konsumsi masyarakat. Pola serupa diharapkan bisa diterapkan pada Harbolnas agar dampaknya lebih luas.
Selain fokus pada peningkatan penjualan, Harbolnas juga dipandang sebagai ajang untuk memperkuat branding produk lokal.
Dengan dukungan promosi masif, kualitas produk yang semakin baik, serta jaminan harga kompetitif, produk UMKM diyakini tidak hanya menjadi pilihan alternatif, tetapi juga pilihan utama bagi konsumen digital.
Pemerintah dan pelaku industri berharap Harbolnas 2025 dapat menjadi momentum kebangkitan UMKM.
Jika target 50% dominasi produk lokal tercapai, hal itu akan menandai langkah besar dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui ekosistem perdagangan digital yang inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









