Dorong Daya Saing, Kemenperin Gandeng Bank Daerah Perkuat Industri Padat Karya

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian mendorong perluasan akses pembiayaan agar pelaku industri dalam negeri semakin leluasa berkembang dan meningkatkan daya saing.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, masa depan industri nasional ditentukan oleh upaya bersama seluruh pihak dalam menjaga daya saing sekaligus menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.
Oleh karena itu, skema Kredit Industri Padat Karya (KIPK) bukan sekadar program pembiayaan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem industri yang inklusif, modern, dan berkelanjutan.
“Kami percaya, dengan dukungan semua pemangku kepentingan, kami optimistis industri padat karya akan memberi dampak nyata bagi masyarakat luas dan juga memperkuat perekonomian Indonesia,“ kata Agus, Minggu (31/8/2025).
Baca Juga: Kemenperin Dorong Industri Padat Karya Lewat Skema Kredit Ringan
Sebagai wujud nyata dari visi tersebut, Kemenperin terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar implementasi KIPK berjalan optimal. Kerja sama ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan bagi sektor padat karya.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy mengatakan bahwa pihaknya selaku KPA KIPK telah menandatangani PKP dengan dua bank penyalur, yakni Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dan Bank Jateng.
“Melalui kerja sama ini, kami yakin penyaluran kredit akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas produksi dan penyerapan tenaga kerja di daerah Jawa Tengah,” tutur Tri.
Penandatanganan PKP ini juga menjadi momentum bagi bank penyalu untuk menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah.
Sementara itu, Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menegaskan kesiapan pihaknya untuk menyalurkan kredit ini kepada para pelaku industri.
“Kami menyambut baik kerja sama ini, karena sejalan dengan misi BPD Bali untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan adanya KIPK, kami optimistis sektor industri padat karya di Bali akan semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Bisnis, Dana Jasa dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita menyampaikan bahwa pihaknya siap segera menyalurkan kredit kepada sektor potensial.
“Kami menyambut baik kepercayaan ini. Bank Jateng telah memetakan potensi debitur di wilayah Surakarta, Pati, dan Purwokerto, serta menyiapkan plafon pembiayaan sebesar Rp15 miliar pada tahun 2025,” jelas Anna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









