Akurat

ESDM Tepis Isu Kelangkaan Pasokan Gas

Dedi Hidayat | 16 Agustus 2025, 21:21 WIB
ESDM Tepis Isu Kelangkaan Pasokan Gas

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan gas dalam negeri masih aman ditengah isu penurunan volume gas yang disalurkan pada bulan Agustus 2025 oleh pemasok gas/KKKS hulu migas.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Migas, Tri Winarno menjelaskan, sampai dengan hari ini tidak ada kekurangan pasokan gas dan memastikan pasokan gas aman. “Enggak (kekurangan gas), aman (pasokan gas),” kata Tri saat ditemui di Kementerian ESDM, Sabtu (16/8/2025).

Senada dengan Tri, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan tidak ada kekurangan pasokan gas.

Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, ESDM Siapkan Sambungan Listrik dan Jaringan Gas

Dirinya pun menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini pasokan gas dalam negeri masih aman. “Kekurangan gas yang mana? gaada kok, aman,” ujar Djoko.

Adapun, pada hari ini Kementerian ESDM  mengadakan Konferensi Pers terkait Pasokan Gas yang dijadwalkan dimulai pukul 15.00 WIB. Akan tetapi, pada pukul 16.38 WIB konferensi pers dibatalkan. 

Diberitakan sebelummya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyampaikan bahwa saat ini terjadi kondisi penurunan volume gas yang disalurkan pada bulan Agustus 2025 oleh pemasok gas/KKKS hulu migas.

Corporate Secretary PT PGN Tbk Fajriyah Usman mengatakan bahwa hal ini berdampak pada pengaliran gas untuk sementara waktu kepada sebagian pelanggan gas PGN di wilayah Jawa Barat. 

Kondisi ini, kata Fajriyah disebabkan oleh adanya pemeliharaan operasional tak terencana (unplanned) di beberapa pemasok gas serta beberapa rencana tambahan pasokan gas yang masih dalam progres. 

Mengingat PGN saat ini belum mendapatkan tambahan kargo LNG domestik untuk periode Agustus 2025 sebagai sumber alternatif lainnya.

“Karenanya kami telah menyampaikan kepada pelanggan terdampak untuk melakukan pengaturan pemakaian gas, dan bagi pelanggan dengan sistem dual fuel untuk sementara mempersiapkan bahan bakar lainnya sebagai energi pengganti,” kata Fajriyah dalam keterangannya, Kamis (14/8/2025).

Fajriyah melanjut, PGN bersama pemangku kepentingan terkait tengah melakukan langkah percepatan untuk memperoleh tambahan alokasi pasokan, termasuk LNG, dan menyalurkannya kembali kepada pelanggan secepat mungkin. 

 PGN juga menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang terjadi dan memahami bahwa kondisi ini dapat memengaruhi kelancaran operasional pelanggan. 

“PGN akan terus memberikan pembaharuan informasi secara berkala melalui saluran resmi perusahaan, serta memastikan koordinasi intensif agar pasokan dan layanan dapat segera pulih,” ujar Fajriyah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.