PGN Ungkap Tiga Tantangan Besar di Industri Gas Dalam Negeri

AKURAT.CO PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengungkapkan tiga tantangan utama yang tengah dihadapi dalam industri gas nasional.
Adapun, tiga tantangan tersebut yaitu pasokan, infrastruktur, serta harga, yang juga berkaitan dengan aspek keberlanjutan (sustainability).
Corporate Secretary PT PGN Tbk Fajriyah Usman menjelaskan bahwa dari sisi pasokan, PGN bukanlah perusahaan hulu (upstream) yang memproduksi gas. PGN, kata Fajriyah merupakan pengelola pasokan gas yang diperoleh dari mitra di sektor hulu.
“Dan tidak semua produksi gas dalam negeri itu dikelola oleh PGN. Kondisi pastinya, tergaantung dari yang terjadi di industri hulu juga," kata Fajriyah di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Baca Juga: KLH, Pertamina, dan PGN Gelar Festival Ciliwung 2025 Wujudkan Sungai Bersih, Indah dan Produktif
Menurutnya, jika sektor hulu mengalami natural decline atau penurunan produksi alami, ditambah adanya gangguan pada rencana operasional di hulu, maka pasokan gas yang dikelola PGN akan ikut terdampak.
Tantangan kedua datang dari infrastruktur. Saat ini, jaringan pipa gas yang terhubung penuh baru membentang dari Sumatera hingga Jawa.
PGN masih terus berupaya memperluas jaringan ke wilayah lain serta mengoptimalkan fasilitas yang ada, termasuk Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Lampung.
“Sejak Mei tahun lalu, kami mulai memperkenalkan Liquified Natural Gas (LNG) kepada pelanggan. Optimalisasi FSRU Lampung meningkat pesat karena keterbatasan pasokan dari gas pipa, sehingga kebutuhan regasifikasi LNG pun semakin besar,” jelasnya.
Sementara itu, tantangan terakhir adalah harga. Peningkatan permintaan LNG seiring keterbatasan gas pipa membuat harga gas industri terdorong naik.
Pasalnya, harga LNG kata Fajriyah lebih mahal dibanding gas pipa akibat adanya biaya tambahan proses regasifikasi.
“Memang harga dari LNG itu juga lebih tinggi dari harga gas pipa, yaitu akhirnnya memang menjadi salah satu hal yang mempengaruhi harga gas secara umum di industri,” tutur Fajriyah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 8Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








