Bahlil Targetkan Proyek Baterai Huayou–IBC Selesai 2027

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan proyek hilirisasi baterai kendaraan listrik yang dilakukan oleh konsorsium Zhejiang Huayou Cobalt Co. dan Indonesia Battery Corporation (IBC) akan rampung dalam waktu dekat.
Adapun, Huayou menggantikan posisi LG Energy Solution Ltd. yang hengkang dari proyek tersebut karena adanya potensi pergeseran dalam lanskap industri, yang berujung pada perlambatan sementara premium EV global.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bawa proyek senilai USD8 miliar ini ditarget selesai pada tahun 2027.
Baca Juga: ESDM Sosialisasikan Aturan Baru RKAB Tambang Berlaku Mulai Tahun Depan
“Huayou sebentar lagi akan jalan dengan Antam dan IBC. Total investasinya sekitar USD8 miliar. Nah kalau ini semua jadi, kita targetkan 2027 akhir ini semua sudah jadi,” kata Bahlil dalam acara International Battery Summit (IBS) 2025 dikutip, Rabu (6/8/2025).
Bahlil menyampaikan, dengan rampungnya proyek ini pada tahun 2027 nanti bakal menjadi sejarah bagi ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) di Tanah Air.
“Maka Indonesia akan menjadi salah satu negara pertama yangmembangun ekosistem baterai mobil yang terintegrasi dari hulu sampai hilir,” lanjut Bahlil.
Diberitakan sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas kelanjutan proyek hilirisasi baterai kendaraan listrik. Khususnya, mengenai peralihan investasi dari konsorsium LG ke Huayou dan perkembangan proyek serupa dengan CATL.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa Kepala Negara telah memberikan persetujuan atas kelanjutan proyek hilirisasi baterai senilai USD9,8 miliar, yang sebelumnya dikelola LG dan kini dilanjutkan oleh Huayou.
"Alhamdulillah tadi sudah diputuskan, sudah disetujui oleh Bapak Presiden. Atas arahan Bapak Presiden sekarang sudah dilakukan oleh konsorsium Huayou. Dan ini tidak ada masalah lagi dan ini sudah siap untuk dilakukan groundbreaking," ujar Bahlil, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/5/2025).
Baca Juga: ESDM: Masih Ada 80 Cekungan Migas Belum Tereksplorasi di Indonesia
Dia menyampaikan, struktur kepemilikan proyek ini menempatkan BUMN Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas di sektor hulu. Dia juga menegaskan bahwa isu keluarnya LG dari proyek adalah keliru.
"Saya ingin mengatakan bahwa itu tidak benar. Yang benar itu adalah saya sebagai Ketua Satgas waktu itu, kemudian memutuskan untuk membatalkan apa yang dilakukan oleh LG karena terlalu lama. Dan kemudian saya sama Pak Rosan bersama-sama rapat dengan Pak Erick, untuk kita mencari penggantinya yaitu Huayou. Kira-kira ini informasi yang clear," tegas Bahlil.
Selain itu, rapat juga membahas kemajuan proyek kerja sama dengan perusahaan baterai asal China, CATL.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









