Inpex Resmi Mulai Desain Detail Proyek LNG Abadi Masela

AKURAT.CO Inpex Corporation (Inpex) resmi memulai pengerjaan desain detail atau front end engineering design(FEED) untuk proyek Lapangan Abadi di Blok Masela.
Adapun, proyek Lapangan Abadi ini dioperasikan oleh Inpex Masela, Ltd, anak perusahaan Inpex.
Pekerjaan FEED meliputi peninjauan dan pendefinisian spesifikasi fasilitas yang akan memproduksi dan memproses hidrokarbon dari Lapangan Gas Abadi, serta kilang LNG darat (OLNG).
Pekerjaan FEED akan terdiri dari empat paket yaituOLNG, produksi terapung, penyimpanan dan pembongkaran (FPSO), subsea umbilicals, risers dan flowlines (SURF), dan pipa ekspor gas (GEP).
Baca Juga: Produksi Migas PHE Semester I-2025 Capai 1,04 Juta Barel
Perusahaan asal Jepang ini menyampaikan bawha setiap paket mencakup ruang lingkup yang terkait dengan penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).
“Saat ini INPEX telah memberikan paket kontrak FPSO, SURF dan GEP,” tulis perusahaan melalui keterangan resmi dikutip, Selasa (5/8/2025).
Lebih lanjut, paket kontrak FPSO terdiri dari metode "dual FEED" yang melibatkan dua konsorsium kontraktor yang akan bekerja secara paralel namun terpisah untuk memastikan lingkungan yang kompetitif tetap terjaga.
Dalam metode ini, pekerjaan FEED dan pekerjaan Engineering, Procurement and Construction (EPC) akan diberikan kepada konsorsium kontraktor yang sama, yang secara efektif menugaskan pekerjaan EPC kepada konsorsium kontraktor yang memberikan layanan FEED yang lebih unggul secara teknis dan komersial.
INPEX juga berencana untuk menggunakan metode dual FEED untuk paket kontrak OLNG dan akan memilih kontraktor dan menyelesaikan kontrak pada waktunya.
Volume produksi LNG tahunan proyek ini diperkirakan akan mencapai 9,5 juta ton, setara dengan lebih dari 10% impor LNG tahunan Jepang.
Proyek ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan energi di Indonesia, Jepang dan negara-negara Asia lainnya.
Baca Juga: DJP Siapkan Insentif Pajak bagi Sektor Minerba dan Migas
Tidak hanya itu, proyek ini diharapkan menghasilkan pasokan energi rendah karbon yang stabil dalam jangka panjang, berdasarkan pada properti lapangan gas yang terdepan di dunia dan cadangan yang melimpah yang memungkinkan pengembangan yang efisien serta komponen CCS proyek.
INPEX Vision 2035 berharap pekerjaan FEED akan berkontribusi pada perluasan bisnis gas alam dan LNG, serta pengurangan emisi gas rumah kaca yang diuraikan dalam yang diumumkan pada bulan Februari 2025.
Selain itu, proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi di bagian timur Indonesia pada khususnya, dan membantu mencapai tujuan Indonesia untuk mencapai nol emisi CO2 pada tahun 2060.
“INPEX juga berkomitmen untuk terus memperkuat bisnisnya di Indonesia dan akan terus terlibat secara aktif dalam upaya ini,” tulis perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









