Buka Usaha Sekaligus Berinvestasi di Rukan Lau Pa Sat PIK2, Kawasan Kuliner Masa Depan

AKURAT.CO Tak perlu jauh-jauh ke Singapura untuk menikmati atmosfer kuliner hawker center. Di PIK2, akan hadir Rukan Lau Pa Sat yang memadukan konsep santapan khas nusantara dalam lingkungan terbuka yang modern dan nyaman.
Dibangun di atas lahan ±4 hektare, pusat ini akan memiliki hawker center seluas ±6.500 m², dirancang sebagai ikon kawasan yang menyajikan makanan khas dari seluruh penjuru Indonesia.
Namun daya tarik Rukan Lau Pa Sat tak berhenti di kuliner. Tempat ini juga dikembangkan sebagai pusat niaga.
Beragam usaha bisa dibuka di sini: toko makanan, oleh-oleh, perlengkapan ibadah, hingga aktivitas budaya seperti penyewaan kostum kimono.
Berada di jantung kawasan PIK2 yang sedang berkembang pesat, lokasi Rukan ini sangat strategis.
Baca Juga: Bendera One Piece dalam HUT RI, Kebebasan Ekspresi atau Pelanggaran UU?
Bersebelahan dengan Taman Doa Our Lady of Akita dan dikelilingi perumahan seperti Osaka Residences dan Padma, kawasan ini menjangkau ±24.000 penduduk aktif.
Akses mudah ke tol dan bandara semakin menambah daya tariknya sebagai kawasan usaha dan investasi.
Dengan estimasi pengunjung hingga ±10.000 orang per hari, Rukan Lau Pa Sat sudah memiliki captive market tanpa harus mengandalkan biaya promosi besar.
“Tidak hanya kuliner, kawasan ini juga dirancang sebagai pusat perbelanjaan dan kegiatan komersial,” jelas Direktur Marketing PIK2, Lucia Aditjakra, Sabtu (2/8/2025).
Unit rukan tiga lantai ditawarkan mulai dari cicilan Rp15 juta per bulan, dengan pilihan pembayaran bertahap dan stok terbatas.
Rukan Lau Pa Sat PIK2 bukan hanya tempat berdagang—ini adalah peluang emas untuk tumbuh bersama kawasan paling dinamis di PIK2.
Baca Juga: Farel Prayoga Pilih Bahagiakan Diri Sendiri Usai Ayah Kepincut Judol
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








