DPR Soroti Penambahan Komisaris PTBA yang Dinilai Tak Efisien

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto menilai perlu evaluasi menyeluruh terhadap struktur komisaris di PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Hal ini diungkapkannya lantaran terdapat penambahan jumlah komisaris yang dinilai bertentangan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi BUMN.
Ia memandang dengan meningkatnya jumlah komisaris PTBA - menjadi tujuh orang - justru akan menambah beban biaya dan berpotensi tidak produktif.
"Kalau Presiden minta efisiensi, kenapa komisaris justru ditambah? Ini tidak selaras. Kita mempertanyakan urgensinya, apalagi jika komisaris tidak memiliki kompetensi dan waktu untuk menjalankan fungsi pengawasan," jelas Darmadi dikutip Rabu (25/6/2025).
Baca Juga: Mantap! Danantara Resmi Suntik Rp6,65 Triliun ke Garuda Indonesia
Ia menegaskan bahwa jabatan komisaris tidak boleh dijadikan ajang pembagian posisi politik atau tempat parkir tim sukses. Menurutnya, penempatan harus berdasarkan rekam jejak, integritas, dan dedikasi terhadap tugas pengawasan yang melekat pada peran komisaris.
Selain menyoroti jumlah komisaris, Darmadi juga menuntut kejelasan batas kewenangan antara Kementerian BUMN dan Danantara dalam pengelolaan BUMN. Ia menilai saat ini terjadi kekacauan fungsi, di mana peran komersial dan regulator saling tumpang tindih.
"Fungsi penciptaan nilai itu ranah Danantara, tapi sekarang justru kementerian yang ambil alih. Sebaliknya, pengangkatan komisaris dan RUPS yang mestinya dilakukan kementerian, malah dikendalikan Danantara. Ini tidak jelas," ungkapnya.
Baca Juga: DPR Apresiasi Dukungan Danantara Rp130 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah
Sebab itu, Darmadi mendorong adanya penyusunan struktur tata kelola yang tegas dan terpisah antara tugas kementerian dan holding BUMN agar tidak terjadi dualisme kebijakan yang membingungkan publik.
"Kalau kita tidak taat pada aturan dan Undang-Undang, maka kepercayaan publik terhadap tata kelola BUMN juga akan terus menurun. Ini yang harus segera dibenahi," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








