Bahlil Temui Pengusaha Rusia Bahas Kerja Sama Migas dan Teknologi Baru

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan pekan ini akan bertemu dengan para pengusaha Rusia untuk membahas soal proyek minyak dan gas (migas), salah satunya pengembangan sumur-sumur tua ataupun baru yang ada di Indonesia.
Pertemuan ini merupakan tindaklanjut dari agendanya mendampingi Presiden RI, Prabowo Subianto yang menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di kota Saint Petersburg, Rusia, beberapa waktu lalu.
Bahlil mengakui, Rusia memiliki pengalaman yang panjang dibidang perminyakan. Oleh sebab itu, Indonesia yang memiliki sumur namun tidak tekknologi, harus belajar dan menjalin kolaborasi dengan Rusia.
Baca Juga: DPR Desak ESDM Segera Bentuk Ditjen Gakkum untuk Awasi Tambang di Kaltim
"Penjajahan sudah kita lakukan, saya besok rapat dengan tim dari Rusia, dari pengusaha-pengusaha BUMN-nya Rusia yang akan datang ke Indonesia, mulai besok saya rapat maraton," jelas Bahlil dalam acara Jakarta Geopolitical Forum IX/2025 (JGF 2025) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (24/6/2025).
Bahlil mengungkapkan, dalam pertemuan itu nantinya juga akan masuk dalam pembahasan wilayah-wilayah yang diinginkan oleh Rusia.
"Kalau tidak besok paling lambat Jum'at timnya datang, teman-teman pengusaha di sana. Kita akan mulai masuk pembahasan pada wilayah mana yang mereka mau, apakah mau ambil yang baru atau mereka mau kerja sama-sama Pertamina atau mengelola yang sumur idle well," terangnya.
Dikatakan Bahlil, jika sebelumnya Indonesia masih melakukan pengeboran secara horizontal, maka Rusia memiliki teknologi pengeboran horizontal.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi pengeboran horizontal ini sama halnya seperti yang digunakan di Amerika Serikat, dimana dari yang sebelumnya hanya 3 juta barel menjadi 10 juta barel lebih.
Baca Juga: Wamen ESDM Sebut RI Bakal Pakai Teknologi dari Rusia dan China Untuk Pembangkit Nuklir
"Teknologi-teknologi seperti itu. Sebenarnya di kita di Pertamina itu sudah melakukan percobaan, sudah ada 3 sumur yang yang bisa. Nah besok kita tukar data, okasinya dimana nanti pada saat pembahasan teknis," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik









