Bahlil: Penurunan Lifting Minyak Diduga Sengaja Dirancang demi Impor

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menuding ada unsur kesengajaan di balik penurunan produksi minyak siap jual atau lifting minyak Indonesia.
Sebab menurutnya, penurunan lifting minyak ini bukan karena Indonesia tidak memiliki sumber daya alam yang memadai. Namun, adanya segelintir pihak yang ingin RI terus mengimpor minyak mentah.
"Ada apa dengan penurunan lifting itu? Apakah karena kita sudah tidak punya SDA atau masih ada? atau ini sengaja diturunkan agar impor terus? Saya jujur mengatakan, demi Allah, menurut saya, ini ada unsur kesengajaan by design," tegasnya dalam acara Energi Mineral Forum di Kempinski Jakarta, Senin (26/5/2025).
Baca Juga: Bahlil Ancam Cabut Izin Inpex Blok Masela Jika Produksi Tak Segera Dimulai
"Kenapa saya katakan by design? saya bukan lulusan ITB, saya bukan ahli minyak, dan saya gapunya bisnis minyak. Tapi saya diajarkan di satu perguruan tinggi di kawah candra dimuka yang dicari di google tidak ada yaitu di HIPMI, setiap ada masalah, di situ ada peluang," lanjutnya.
Bahlil menyebutkan, Indonesia sejatinya saat ini memiliki 40.000 sumur minyak dengan 20.000 sumur produktif, sedangkan sisanya merupakan sumur nganggur atau idle well.
Dalam kesempatan ini Bahlil juga mengakui bahwa perubahan regulasi yang terjadi pada sektor migas Indonesia juga turut mengubah sistem kontrak di Pertamina yang dulunya aktif melakukan Kerja Sama Operasional (KSO) dengan KKKS lain, kemudian mulai mengurangi kerja sama dan menggarap sumur migas seniri.
"Perubahan regulasi, KSO-nya mulai dikurangi, ia kerjakan sendiri. Untuk kedaulatan ini bagus tapi kalau pelemahan dilakukan dari internal kita apakah oknum pejabatnya, oknum BUMNnya, di sinilah awal kehancuran negara kita," terangnya.
Baca Juga: Tegas Dukung Impor Migas dari AS, Bahlil ke Pertamina: Enggak Ada Alasan
Untuk itu Bahlil menegaskan Indonesia tidak boleh lengah terhadap segala bentuk rayuan dan intervensi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi melemahkan kedaulatan negara.
"Saya katakan, untuk ibu pertiwi kita tidak boleh lengah dan tidak boleh sedikit pun mau dirayu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melemahkan kedaulatan energi bangsa kita," tutup Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu









