Pendapatan Segmen Gaya Hidup LPKR Naik 13 Persen di Kuartal I-2025

AKURAT.CO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), platform real estat dan layanan kesehatan terintegrasi terkemuka di Indonesia, membukukan laba bersih sebesar Rp169 miliar pada kuartal I-2025.
EBITDA tercatat sebesar Rp375 miliar, sementara posisi kas meningkat menjadi Rp2,77 triliun, naik dari Rp2,62 triliun pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan pengelolaan kas yang efektif.
Pencapaian ini mencerminkan fokus Perseroan pada penguatan bisnis inti, kinerja operasional yang solid, efisiensi manajemen biaya, serta strategi pengurangan utang yang berkelanjutan.
Pada kuartal pertama tahun ini, segmen gaya hidup LPKR —yang mencakup pusat perbelanjaan dan perhotelan— mencatat kinerja yang kuat, dengan pendapatan tumbuh 13% (Year-on-Year) YoY menjadi Rp322 miliar.
Baca Juga: LPKR Dorong Efisiensi Material dan Inisiatif Ramah Lingkungan
Menurut Group CEO Lippo Indonesia, John Riady, perusahaan mengawali tahun 2025 dengan kinerja yang solid, didukung oleh eksekusi strategis yang fokus, ketahanan operasional, serta disiplin keuangan yang kuat.
"Kami tetap berkomitmen menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar John dalam keterangannya, Kamis (15/5/2025).
Laba kotor meningkat 34% menjadi Rp239 miliar, dan EBITDA naik 59% YoY menjadi Rp106 miliar, didorong oleh peningkatan pendapatan sewa, pemulihan operasional, serta inisiatif efisiensi biaya yang berkelanjutan.
Sepanjang periode tersebut, jumlah rata-rata pengunjung mal mencapai lebih dari 11 juta orang per bulan, naik 8% YoY.
Tingkat hunian mal juga meningkat menjadi 82,2%, naik 3% YoY, menunjukkan pemulihan sektor ritel yang semakin kuat dan meningkatnya permintaan dari penyewa di berbagai lokasi strategis.
Sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai aset, LPKR melalui PT Lippo Malls Indonesia, telah meresmikan Livin' Alun-Alun Nusantara, destinasi kuliner bertema Indonesia seluas 14.000 meter persegi di Lippo Mall Nusantara.
Inisiatif ini menjadi bagian dari proses renovasi menyeluruh mal tersebut, guna memperkuat daya tarik dan daya saing aset.
Sektor perhotelan juga menunjukkan pertumbuhan positif, dengan peningkatan permintaan dari segmen keluarga dan pelancong bisnis.
Kinerja ini turut diperkuat oleh pertumbuhan signifikan pada pendapatan makanan dan minuman (F&B), yang ditopang oleh meningkatnya aktivitas acara sosial, kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), dan penyelenggaraan event pernikahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








