AKURAT.CO Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Akreditasi Federal Rusia (RusAccreditation) meneken Memorandum Saling Pengertian (MSP), sebagai bagian dari diplomasi halal lintas negara.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari misi besar Indonesia dalam memperkuat posisi global di industri halal.
“BPJPH terus membuka jalur diplomasi halal sebagai bagian dari kekuatan lunak Indonesia. Langkah ini bukan hanya soal regulasi, tetapi juga misi peradaban untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat gravitasi industri halal dunia,” ujar Babe Haikal dalam keterangannya, Sabtu (19/4/2025).
Baca Juga: Sertifikasi Halal Dianggap Mahal dan Lama, Ini Tarif dan Waktu Pemeriksaan Halal Sebenarnya
Penandatanganan MSP dengan RusAccreditation menjadi salah satu langkah konkret yang dinilai strategis.
Penandatanganan MSP dengan RusAccreditation menjadi salah satu langkah konkret yang dinilai strategis.
Kolaborasi tersebut mencakup saling pengakuan sertifikat halal, harmonisasi standar halal, penguatan regulasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) antar kedua negara.
"Tak hanya aspek teknis, kerja sama juga meliputi promosi halal lintas negara, pelatihan teknis bersama, dan rencana pembentukan Halal Competence Center di Rusia. Fasilitas tersebut akan dikembangkan bersama Majelis Spiritual Muslim Rusia dan Pemerintah Tatarstan," ucapnya kembali.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Rusia memiliki potensi besar dalam transaksi produk halal yang mencapai angka USD300 juta, dan Indonesia berupaya menangkap peluang tersebut dengan memperluas penetrasi produk bersertifikasi halal ke pasar global.
"Salah satu pencapaian penting dari kerja sama ini adalah diterimanya Standar Jaminan Produk Halal Indonesia di sistem standardisasi nasional Rusia. Hal ini mengacu pada Keputusan Kepala BPJPH Nomor 20 Tahun 2023, yang kini menjadi bagian dari harmonisasi standar halal internasional," papar Babeh Haikal.
Kepala RusAccreditation, Nazariy Skrypnik turut mengapresiasi peran Indonesia dalam penguatan kerja sama ini.
"Tak hanya aspek teknis, kerja sama juga meliputi promosi halal lintas negara, pelatihan teknis bersama, dan rencana pembentukan Halal Competence Center di Rusia. Fasilitas tersebut akan dikembangkan bersama Majelis Spiritual Muslim Rusia dan Pemerintah Tatarstan," ucapnya kembali.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Rusia memiliki potensi besar dalam transaksi produk halal yang mencapai angka USD300 juta, dan Indonesia berupaya menangkap peluang tersebut dengan memperluas penetrasi produk bersertifikasi halal ke pasar global.
"Salah satu pencapaian penting dari kerja sama ini adalah diterimanya Standar Jaminan Produk Halal Indonesia di sistem standardisasi nasional Rusia. Hal ini mengacu pada Keputusan Kepala BPJPH Nomor 20 Tahun 2023, yang kini menjadi bagian dari harmonisasi standar halal internasional," papar Babeh Haikal.
Kepala RusAccreditation, Nazariy Skrypnik turut mengapresiasi peran Indonesia dalam penguatan kerja sama ini.
“Indonesia adalah mitra strategis utama dalam visi halal global kami. Kesepakatan ini bukan sekadar dokumen, tapi pondasi untuk memperluas kepercayaan dan kerja sama lintas sektor,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar hubungan antar-lembaga, penandatanganan MSP ini menjadi bagian dari pembahasan besar dalam pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama PM Rusia, Denis Manturov.
Lebih dari sekadar hubungan antar-lembaga, penandatanganan MSP ini menjadi bagian dari pembahasan besar dalam pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama PM Rusia, Denis Manturov.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga membahas potensi investasi Rusia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia, serta peluang kerja sama di sektor pertanian, peternakan, hingga percepatan perundingan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










