AKURAT.CO Peluang ekspor komoditas pertanian semakin terbuka lebar, terutama bagi petani milenial yang kini mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pentingnya peran petani muda dalam meningkatkan ekspor produk pangan guna memperkuat perekonomian nasional.
"Sektor pertanian memiliki potensi besar yang dapat memperkuat perekonomian nasional, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan ekspor," ujar Sudaryono dalam keterangannya, Minggu (23/3/2025).
Pernyataan itu disampaikan usai dirinya melepas ekspor gula semut asal Kulon Progo, Yogyakarta, ke Kanada dan Malaysia. Sebanyak 20 ton gula semut senilai Rp800 juta dikirim ke Kanada, sementara Malaysia menerima 2 ton dengan nilai Rp300 juta.
"Saya sangat mendukung gerakan para petani muda untuk melakukan ekspor apa saja dan di mana saja, terutama yang berkaitan dengan pangan seperti yang dilakukan saat ini," lanjutnya.
Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menjelaskan bahwa sektor pertanian kini menjadi perhatian utama Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan dan membuka lebih banyak peluang ekspor bagi produk pertanian Indonesia.
Menurutnya, ekspor merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. "Pak Prabowo saat ini lebih menitikberatkan pada sektor yang langsung menyentuh kerakyatan. Kami di bawahnya akan mendukung yang baik untuk rakyat banyak," tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Presiden Prabowo telah mengambil beberapa kebijakan penting, seperti meningkatkan volume pupuk subsidi hingga 100% menjadi 9,55 juta ton pada 2025.
Selain itu, pemerintah juga menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah petani menjadi Rp6.500 per kilogram, menyediakan benih gratis, serta mendistribusikan alat mesin pertanian guna meningkatkan produksi.
"Ingat, Pak Presiden sudah membereskan urusan pupuk, HPP gabah sudah beres, UMR dinaikkan, pemeriksaan kesehatan gratis, harga listrik dan tiket dikurangi, serta tunjangan guru dinaikkan," paparnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa pemerintah terus menggali berbagai perjanjian dagang guna memperluas pasar ekspor produk pertanian Indonesia.
"Kita akan selalu mendukung dan mengamankan pasar dalam negeri serta memperkuat pasar luar negeri. Jadi ekspor ini sangat relevan. Kita akan terus menjajaki perjanjian perdagangan dengan berbagai negara, termasuk Amerika dan Kanada," jelasnya.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, juga menyampaikan apresiasinya atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap pengembangan ekspor pertanian di daerahnya. "Di Kulon Progo ini banyak petani muda yang perlu dibantu. Alhamdulillah, saya bahagia karena ada potensi ekspor gula semut yang bisa berkembang lebih jauh," ungkapnya.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan sinergi berbagai pihak, diharapkan ekspor pangan dari petani milenial terus meningkat. Selain mendongkrak kesejahteraan petani, hal ini juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja di pedesaan serta meningkatkan devisa negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









