AKURAT.CO BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus mempertegas komitmennya untuk menjadi penggerak hilirisasi terintegrasi.
Hal ini sebagai upaya memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia dan menciptakan nilai tambah bagi komoditas mineral dan batu bara.
Corporate Secretary MIND ID, Heri Yusuf mengungkapkan, berbagai inisiatif proyek strategis diluncurkan untuk memastikan pengelolaan sumber daya mineral dilakukan dari hulu ke hilir di dalam negeri, sehingga mampu menciptakan rantai pasok yang lebih baik.
Corporate Secretary MIND ID, Heri Yusuf, menyampaikan bahwa perseroan melalui seluruh Anggota secara konsisten melaksanakan proyek-proyek hilirisasi yang terintegrasi.
Diharapkannya, Indonesia mendapat manfaat dari setiap proses peningkatan nilai tambah dan mampu semakin berdaulat di kancah global.
"Dengan pelaksanaan program hilirisasi terintegrasi, kami berupaya memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia dan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global," ungkap Heri dalam keterangannya, Minggu (16/2/2025).
Heri menjelaskan bahwa salah satu proyek hilirisasi yang dijalankan oleh Grup MIND ID adalah Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikelola oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), perusahaan patungan dari Anggota Grup MIND ID, yaitu PT Indonesia Asahan Aluminium dan PT Aneka Tambang Tbk.
Proyek ini memiliki kapasitas output 1 juta ton alumina per tahun untuk kebutuhan produksi aluminium INALUM, yang sebelumnya bahan baku ini diperoleh dari pasar global.
Selain itu, Grup MIND ID melalui PT Freeport Indonesia telah membangun smelter tembaga dan akan mengembangkan Precious Metal Refinery (PMR) di Gresik, Jawa Timur.
Proyek ini memiliki peran penting dalam integrasi rantai pasok pengolahan tembaga, mulai dari tembaga ore, konsentrat tembaga, hingga akhirnya menjadi katoda tembaga.
Melalui smelter ini, Grup MIND ID juga akan mampu mengolah lumpur anoda menjadi emas, perak batangan, dan Platinum Group Metals (PGM) lainnya untuk memenuhi kebutuhan komoditas investasi masyarakat Indonesia.
Komitmen pelaksanaan hilirisasi terintegrasi juga diwujudkan dalam pengembangan proyek nikel di Halmahera Timur, yang mencakup pembangunan smelter Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) untuk memproduksi nikel serta fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL) untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.
Kedua fasilitas ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam industri kendaraan listrik global, tetapi juga menciptakan produk berteknologi dan bernilai tambah lebih tinggi di dalam negeri.
"Tentu kami akan terus memperkuat integrasi dalam setiap rantai pasok komoditas mineral dan batu bara yang dikelola, sehingga dapat menjadi kontributor bagi peningkatan kinerja ekonomi guna mencapai pertumbuhan 8% ke depannya," tukas Heri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








