Erick Thohir Ajak Bank Swasta Danai Program 3 Juta Rumah

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan bahwa pihaknya bersama seluruh perusahaan pelat merah senantiasa mendukung program Asta Cita Prabowo Subianto, salah satunya pembangunan 3 juta rumah.
Menurutnya, Kementerian BUMN dan seluruh BUMN yang ada selalu mendukung visi Presiden Prabowo Subianto, termasuk program-program pemerintah melalui kementeriannya masing-masing seperti di perumahan.
"Bahwa sukses story yang kita sudah lakukan selama ini tentu karena kerjasama lintas sektoral, dan tidak lain bagaimana kita bisa mendukung secara implementasinya secara real," tuturnya saat konferensi pers di Bank Indonesia, Selasa (11/1/2025) malam.
Baca Juga: BI Siap Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp80 Triliun Untuk Pacu Program 3 Juta Rumah
Erick mengungkapkan salah satu dukungan pihaknya yaitu pada 100 hari Prabowo menjabat, dimana Kementerian BUMN bersama dengan BUMN sukses menurunkan tiket hingga 10% saat Nataru. Bahkan saat ini sudah mulai ada pembicaraan untuk yang periode Lebaran 2025.
"Lalu kalau kita lihat konteks daripada program pembiayaan UMKM, juga Bank-Bank Himbara ini kurang lebih men-support hampir 92% daripada pendanaan UMKM, dan insyaAllah hari ini dengan rapat yang dipimpin oleh Pak Ara, dan tentu tadi pandangan dan dukungan dari Bapak Gubernur BI, lalu dari Komisi XI, lalu Pak Pandu," terangnya
Apalagi menurutnya, selama ini Bank-Bank Himbara seperti BTN juga memiliki 80% market pendanaan rumah-rumah subsidi itu. Oleh karena itu, ia berharap Bank Himbara lainnya Mandiri, Bank Syariah, BTN, BNI juga terus berkolaborasi.
Selain itu, Erick juga mengharapkan peran dari bank-bank swasta ikut mendukung program ini. Pasalnya, Erick melihat penyediaan rumah akan masif lantaran jumlahnya hingga 3 juta unit rumah.
"Jadi tidak kami sendirian saja, tetapi ini program yang masif yang harus didukung untuk kepentingan. Tadi rakyat Indonesia yang hari ini sangat membutuhkan perumahan di banyak sektor, yang kita lihat backlognya sudah terlalu banyak tertinggal saat ini," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










