Buntut Dualisme Kepemimpinan Kadin, Asosiasi dan Himpunan Usaha Siapkan Alternatif Baru
Demi Ermansyah | 12 Desember 2024, 23:12 WIB

AKURAT.CO Dualisme kepemimpinan di tubuh Kadin Indonesia mendorong para pengusaha dari lebih dari 250 asosiasi dan himpunan nasional untuk mempertimbangkan langkah strategis baru.
Dimana dalam Forum Komunikasi dan Silaturahmi Asosiasi dan Himpunan Indonesia, mereka mengusulkan pembentukan wadah alternatif jika Kadin gagal berperan sebagai saluran aspirasi dunia usaha.
Menurut Ketua Kesthuri, Asrul Azis Taba, pembentukan konfederasi baru bisa menjadi solusi konkret. "Apabila Kadin terus dalam kondisi seperti ini (dualisme/dua kepala) kami siap menghadirkan wadah baru yang lebih efektif," tegasnya di Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Senada dengan Asrul, Ketua APPBI, Rizal Mulyana, menambahkan bahwa tantangan ekonomi, seperti melemahnya daya beli, membutuhkan kolaborasi cepat antar pengusaha dan pemerintah. Hal ini, menurutnya, sulit dicapai jika Kadin tidak seragam.
"Organisasi-organisasi ini memiliki kemampuan lebih baik dalam menangani isu spesifik di sektor ekonomi masing-masing dibandingkan dengan wadah multi sektor seperti Kadin," ucapnya.
Pandangan senada disampaikan Roy Mandey, Ketua Umum Afiliasi Global Ritel Indonesia (AGRA). Ia berharap pemerintah segera mengambil sikap dan menengahi masalah di tubuh Kadin.
"Karena itu, bila masalah ini tetap berlarut-larut, kami akan mengupayakan audiensi dengan Bapak Presiden untuk menyampaikan secara langsung aspirasi kami dari perwakilan perusahaan dan pelaku usaha. Kita membutuhkan solusi cepat dan tuntas agar Kadin tetap bersatu,” ujar Roy.
Sebab, lanjutnya, dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebagai prioritas, para pelaku usaha berharap konflik di tubuh Kadin dapat segera diakhiri atau digantikan dengan solusi yang lebih inovatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang









