Menteri ESDM Bahlil Tegaskan Ojek Online Akan Tetap Menerima Subsidi BBM

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal positif terkait kemungkinan pengemudi ojek online (ojol) mendapatkan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Baca Juga: Bahlil: Dewan Energi Nasional Fokus Bahas Aturan Nuklir di 2025
Bahlil menjelaskan bahwa skema subsidi masih dalam tahap pembahasan dan salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah kombinasi antara subsidi langsung untuk bahan bakar dan pengalihan subsidi ke Bantuan Langsung Tunai (BLT).
“Dalam skema subsidi itu kita masih godok, itu sampai sekarang belum selesai. Salah satu di antaranya adalah skemanya itu mungkin blending antara ada subsidi bahan dan ada pengalihan subsidi ke BLT. Nah, terkait dengan UMKM, semua UMKM itu kemungkinan besar akan disubsidikan secara bahan. Jadi kalau dia minyak, kita tidak akan mengalihkan ke BLT. Nah, ojol itu akan masuk ke dalam kategori UMKM,” ujar Bahlil, saat ditemui di Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Bahlil juga menambahkan bahwa Kementerian ESDM tengah melakukan kajian untuk membedakan kendaraan yang digunakan untuk usaha ojol dan yang bukan.
“Subsidi akan kita kasih, dalam exercise salah satu di antaranya adalah plat kuning tetap akan mendapatkan subsidi. Tetapi untuk ojol, yang sekarang lagi terjadi dinamika, kita lagi exercise bagaimana cara membedakan mana plat yang usaha ojol dan mana yang bukan. Tetapi yang untuk ojol tetap, karena mereka UMKM,” tegasnya.
Bahlil mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM saat ini menunggu pemadanan data yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai landasan utama formulasi subsidi BBM dan listrik yang tepat sasaran.
Langkah ini, menurutnya, bertujuan untuk memastikan bahwa subsidi diberikan kepada pihak yang benar-benar berhak, termasuk pengemudi ojek online yang tergolong sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pernyataan terbaru Bahlil ini juga bertujuan untuk meluruskan kontroversi yang muncul akibat komentarnya pada Rabu (27/11/2024) lalu. Saat itu, dirinya menyebutkan bahwa subsidi BBM hanya akan diberikan kepada kendaraan berplat kuning, sehingga pengemudi ojol yang menggunakan kendaraan pribadi dianggap tidak berhak.
“Yang berhak menerima subsidi adalah kendaraan yang berplat kuning, supaya harga transportasinya enggak boleh naik, harga angkutannya enggak boleh naik. Kalau angkutan barang yang berplat hitam, ya ubah ke plat kuning, karena kita ingin memberikan ini kepada yang berhak,” kata Bahlil dalam pernyataannya kala itu.
Komentar tersebut menuai protes dari komunitas ojol yang mengancam akan menggelar aksi demonstrasi jika subsidi BBM untuk mereka dicabut. Namun, Bahlil menegaskan bahwa pernyataannya saat itu telah disalahartikan.
Baca Juga: Harga BBM November
Bahlil juga menekankan pentingnya penyaluran subsidi yang tepat sasaran, khususnya bagi pelaku usaha seperti pengemudi ojol. Menurutnya, mayoritas pengemudi ojol menggunakan kendaraan pribadi, sehingga diperlukan mekanisme khusus untuk memastikan subsidi hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar bergantung pada kendaraan tersebut untuk usaha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







