Akurat

Program UPLAND untuk Dukung Swasembada Pangan dan Kesejahteraan Petani di Garut

Arief Rachman | 24 November 2024, 12:26 WIB
Program UPLAND untuk Dukung Swasembada Pangan dan Kesejahteraan Petani di Garut

AKURAT.CO Kabupaten Garut memiliki potensi besar dalam mendukung swasembada pangan, yang menjadi target utama pemerintah Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pengembangan budidaya kentang di dataran tinggi, sebagai komoditas utama Program UPLAND yang didukung oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan Islamic Development Bank (IsDB).

"Seiring dengan program pemerintah yang kini fokus pada ketahanan pangan dan swasembada pangan, potensi di daerah dataran tinggi ini seharusnya menjadi sasaran utama. Petani di daerah ini memiliki potensi besar, baik untuk tanaman pangan maupun hortikultura," kata Rahmi Khalida, Anggota Tim Supervisi Misi IFAD, saat melakukan supervisi Program UPLAND di Garut, Minggu (24/11/2024).

Menurut Rahmi, iklim dan kesuburan tanah yang mendukung menjadikan wilayah ini sangat potensial untuk pengembangan berbagai tanaman.

Baca Juga: KPK Lakukan OTT di Bengkulu, Tangkap 7 Orang Termasuk Rohidin Mersyah

"Sayang jika program ini tidak berkesinambungan dengan kebijakan pemerintah yang berfokus pada swasembada pangan," tambahnya.

Rahmi juga menekankan, Program UPLAND sangat sesuai dengan visi IFAD, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

"Indonesia adalah anggota lama IFAD, dan negara ini memiliki potensi besar di sektor pertanian," ungkapnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman, menyampaikan bahwa saat ini Program UPLAND telah dilaksanakan di tiga desa dan akan dikembangkan ke beberapa desa lainnya.

Program UPLAND di Kabupaten Garut saat ini mencakup beberapa desa, di antaranya Desa Sukawargi dengan luas areal 100 hektare, Desa Cikanang seluas 30 hektare, Desa Simpang 40 hektare, dan Desa Margamulya 40 hektare.

Baca Juga: Wamenkomdigi Dorong Kolaborasi untuk Perkuat Penelitian AI di Indonesia

Secara total, pengembangan Program UPLAND di Kabupaten Garut, yang dimulai pada tahun 2021, mencakup 200 hektare dan direncanakan untuk terus berkembang.

"Dengan adanya Program UPLAND, pendapatan petani meningkat. Petani yang sebelumnya tergolong petani gurem kini mengalami kemajuan ekonomi. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan ekonomi di Desa Sukawargi, tetapi juga dapat meluas ke desa-desa lain yang memiliki potensi pengembangan tanaman kentang. Insya Allah, pada tahun 2025, pengembangan ini akan mencakup 3 hingga 4 desa tambahan dengan potensi luar biasa di Kabupaten Garut," kata Haeruman.

Program UPLAND ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan melalui kemandirian dalam perbenihan kentang di Kabupaten Garut.

Selain itu, program ini juga dilengkapi dengan penyediaan infrastruktur pertanian, seperti jalan usaha tani, embung, sprinkler untuk irigasi, bak penampungan air, serta ternak domba.

Fasilitas-fasilitas ini sangat membantu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan kelompok tani.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Jakarta, Bawa Pulang Komitmen Investasi Rp294 Triliun

Konsumsi kentang di Kabupaten Garut saat ini menduduki posisi kedua terbesar di Jawa Barat. Oleh karena itu, Garut berperan penting dalam memenuhi kebutuhan kentang di wilayah ini.

Harapan ke depan, Program UPLAND ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Sukawargi dan tiga desa lainnya. "Dengan demikian, secara ekonomi, kehidupan para petani bisa lebih baik lagi," tutup Haeruman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.