Akurat

Majukan Bisnis Waralaba RI, IFBC Expo 2024 Digelar

Hefriday | 9 November 2024, 10:27 WIB
Majukan Bisnis Waralaba RI, IFBC Expo 2024 Digelar

AKURAT.CO Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bekerja sama dengan Neo Organizer, menggelar International Franchise Business Concept atau IFBC Expo 2024.

Pameran yang dilakukan pada di ICE BSD, Jumat (8/11/2024) ini bertujuan untuk mempromosikan dan memperkenalkan peluang bisnis waralaba kepada calon investor dan pelaku usaha di Indonesia.

IFBC merupakan platform untuk menghubungkan pemilik waralaba dengan para calon mitra yang ingin berinvestasi atau membuka bisnis dengan konsep waralaba.

Ketua Kehormatan AFI, Anang Sukandar menjelaskan bahwa franchise bukan hanya tentang memperluas jaringan, tetapi juga soal memberikan nilai lebih kepada masyarakat Indonesia. Menurutnya, konsep ini perlu dijalankan dengan memperhatikan identitas dan keunggulan lokal, terutama dalam sektor kuliner, yang memiliki daya tarik unik. 
 
"Bayangkan jika 10 jenis makanan Indonesia bisa dikembangkan secara nasional, bahkan internasional," ujar Anang di Jakarta, Jumat (8/11/2024).
 
 
Ia juga mencontohkan bagaimana negara-negara lain, seperti Malaysia dan Amerika Serikat, mempopulerkan makanan khas mereka dan menjadikannya identitas nasional yang mendunia. "Franchise bukan sekadar ekspansi, tetapi tentang komitmen pada standar yang konsisten dan kualitas layanan," paparnya.
 
Anang mengingatkan pentingnya menjaga kendali atas operasional franchise dengan memberikan pelatihan kepada para franchisor agar bisa menjalankan bisnis mereka sesuai standar yang diharapkan. Franchise yang tidak memiliki standar yang kuat akan menghadapi tantangan, terutama dalam menjaga cita rasa dan kualitas layanan di seluruh gerai.

Senada, Direktur Bina Usaha Perdagangan Kemendag, Septo Soepriyatno, juga ikut menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara pemerintah dan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) terus berlanjut. Kerja sama ini dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan sektor waralaba di Indonesia, yang terus menunjukkan kinerja positif meski di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif, didukung berbagai lapangan usaha dan indikator ekonomi yang stabil," ujar Septo.

Menurut data terkini Badan Pusat Statistik, perekonomian Indonesia tetap tumbuh stabil dan semakin dipercaya masyarakat, yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang berada di angka optimis 123,3 pada September 2024. Tingginya kepercayaan konsumen ini menjadi salah satu pendorong utama ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Selain itu, sektor perdagangan terus mencatatkan performa positif, terbukti dengan surplus perdagangan yang sudah berlangsung selama 54 bulan berturut-turut, mencapai nilai kumulatif sebesar USD21,98 miliar dari Januari hingga September 2024. Angka ini mencerminkan daya tahan dan kekuatan ekonomi nasional yang solid.

Dalam upaya mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada para pelaku usaha waralaba. Dukungan ini bertujuan untuk meningkatkan rasio kewirausahaan nasional, yang juga diharapkan dapat menekan angka pengangguran, yang berada pada level 4,82% pada Februari 2024. 

Saat ini, bisnis waralaba sektor food and beverage (makanan dan minuman) menjadi primadona, dengan pangsa pasar mencapai 48,05%. Sektor-sektor lain seperti kecantikan dan kesehatan (11,69%), pendidikan formal (10,39%), ritel (9,09%), dan otomotif (3,90%) juga menunjukkan kontribusi yang signifikan dalam pasar waralaba di Indonesia. 

Adapun sektor-sektor jasa seperti properti, perawatan elektronik, perjalanan, apotek, karaoke, dan perhotelan memperkaya peluang bisnis waralaba yang ada.

"Dukungan kami kepada pelaku usaha tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas dan daya saing, tetapi juga pada aspek legalitas dan kepatuhan," tambah Septo. 
 
Sementara Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin Putera, mengatakan acara IFBC yang digelar Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) patut diapresiasi karena senantiasa berupaya memperkenalkan konsep franchise di berbagai kota di Indonesia sejak tahun 2005. 
 
"Kegiatan roadshow ini diharapkan mampu membangun pemahaman masyarakat Indonesia mengenai potensi dan mekanisme franchise sebagai model bisnis yang menguntungkan," ujar Solihin.

Solihin menambahkan bahwa franchise Alfamart menitikberatkan pada kemitraan dengan para mitra lokal untuk mencapai kesuksesan bersama. Alfamart membuka sekitar 1.100 hingga 1.400 gerai baru setiap tahun, sebagian besar bekerja sama dengan mitra lokal. 
 
"Konsep franchise kami adalah maju bersama mitra," ujarnya.
 
Menurut Solihin, kolaborasi dan hubungan yang kuat dengan mitra lokal ini menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Alfamart dalam mempertahankan konsistensi layanan dan kualitas produk. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi teknologi dalam menghadapi era digital. 
 
Dengan adanya otomatisasi alat operasional dan manajemen, franchise dapat mempertahankan efisiensi serta meningkatkan pengalaman pelanggan. Franchise yang sukses adalah yang mampu menyeimbangkan ekspansi jaringan dengan menjaga kualitas dan konsistensi layanan. 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa