Mendag Terus Perluas Pasar Ekspor Furnitur RI

AKURAT.CO Menteri Perdagangan, Budi Santoso terus memperluas akses pasar guna meningkatkan ekspor furnitur Indonesia ke pasar global. Langkah ini dianggap krusial karena produk furnitur menjadi salah satu andalan ekspor nasional.
Menurut Mendag Budi, salah satu upaya perluasan pasar yang dilakukan Kemendag yakni lewat program "UKM BISA Ekspor," yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan UKM dalam berinovasi dan beradaptasi dengan permintaan pasar internasional.
“Kemendag terus berupaya memperluas akses pasar produk Indonesia ke pasar global melalui berbagai langkah, seperti memfasilitasi pelaku usaha dalam pameran internasional, misi dagang, serta memanfaatkan perjanjian dagang dengan negara mitra,” ujar Mendag Budi di sela kunjungan kerja ke PT Mulya Abadi Indocarpentry (MA Carpentry) di Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah.
Baca Juga: Ekspor Furnitur RI Terus Nanjak, Menteri Teten: Momentum Positif Berdayakan UMKM
Sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat daya saing ekspor, Kemendag juga fokus pada industri furnitur berbahan rotan. Menurut Budi, Kemendag akan mendampingi para pelaku usaha furnitur rotan, terutama dalam pembuatan desain dan purwarupa untuk memenuhi standar global. Selain itu, Kemendag akan mengikutsertakan produk rotan dalam pameran internasional, guna memperluas pasar ekspor.
Saat ini, Indonesia menduduki peringkat ke-21 sebagai eksportir furnitur terbesar di dunia dengan tren pertumbuhan yang positif, mencapai 15,93% dalam periode lima tahun terakhir. Budi mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan 40 perwakilan perdagangan Kemendag di luar negeri guna mempromosikan produk dalam negeri.
Dalam rangka memperkuat posisi Indonesia di pasar furnitur internasional, Mendag Budi berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi bisnis dapat terjalin erat. “Kami bersama-sama mengedepankan kolaborasi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi bisnis dalam mendorong penetrasi produk ekspor Indonesia ke pasar global,” kata Budi.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemendag juga mendukung perusahaan seperti PT MA Carpentry, yang memproduksi furnitur berkualitas dengan sertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), Forest, Law, Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) dari Uni Eropa, dan Forest Stewardship Council (FSC). Sertifikasi ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar internasional serta kepatuhan terhadap keberlanjutan lingkungan.
Mendag Budi optimis bahwa industri furnitur Indonesia dapat terus berkembang. Data terbaru menunjukkan bahwa potensi pasar ekspor furnitur global masih menjanjikan, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sebesar 15,98% pada periode 2024-2029. Di tahun 2024, nilai pasar ini diperkirakan mencapai USD765 miliar.
Melihat potensi tersebut, Mendag berharap agar perusahaan-perusahaan furnitur lokal dapat berperan aktif dalam memenuhi permintaan global dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. PT MA Carpentry sendiri telah melayani pasar global dengan pelanggan utama dari Prancis, Taiwan, Jepang, Singapura, Denmark, Finlandia, dan Amerika Serikat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









