Komisi V Dukung Program Swasembada Pangan Prabowo, Perkuat Infrastruktur
Hefriday | 28 Oktober 2024, 22:43 WIB

AKURAT.CO Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyampaikan dukungannya terhadap salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. Sebagai negara dengan potensi sumber daya alam yang besar, menurut Lasarus, Indonesia seharusnya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tanpa bergantung pada impor.
Pernyataan ini disampaikannya sebagai respons terhadap salah satu "Asta Cita" Prabowo terkait ketahanan pangan nasional. Lasarus menilai bahwa pembangunan infrastruktur di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo telah memberikan fondasi kuat bagi ketahanan pangan.
“Infrastruktur sudah dibangun, seperti bendungan, serta jaringan saluran primer, sekunder, dan tersier,” kata Lasarus dipantau dari Channel Youtube DPR RI, Senin (28/10/2024).
Namun, ia mengingatkan bahwa keberlanjutan pembangunan ini sangat bergantung pada keseriusan pemerintah dalam menjalankan agenda swasembada. Menurut Lasarus, Komisi V DPR RI memiliki tanggung jawab penting dalam mendukung program swasembada ini, terutama di bidang infrastruktur yang terkait langsung dengan ketahanan pangan.
Ia menekankan pentingnya kemauan yang kuat dari pemerintah untuk mewujudkan program tersebut, termasuk melalui penyusunan roadmap yang jelas dan alokasi pembiayaan yang memadai.
“Kami dari Komisi V siap memberikan dukungan penuh, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur ketahanan pangan,” ujarnya. Lasarus juga menyatakan bahwa Komisi V akan mengawasi agar rencana pemerintah ini terlaksana dengan baik demi kepentingan masyarakat.
Lasarus menyoroti pentingnya langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pada impor pangan, terutama beras. Meski Indonesia memiliki lahan subur yang luas, impor beras masih terjadi dalam jumlah besar setiap tahun.
“Kami dari Komisi V siap memberikan dukungan penuh, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur ketahanan pangan,” ujarnya. Lasarus juga menyatakan bahwa Komisi V akan mengawasi agar rencana pemerintah ini terlaksana dengan baik demi kepentingan masyarakat.
Lasarus menyoroti pentingnya langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pada impor pangan, terutama beras. Meski Indonesia memiliki lahan subur yang luas, impor beras masih terjadi dalam jumlah besar setiap tahun.
Menurutnya, Indonesia perlu serius dalam memperbaiki produktivitas sektor pertanian agar dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri. “Dengan tanah yang begitu luas dan subur, seharusnya kita bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Inilah tantangan besar yang harus dijawab oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo,” tegas Lasarus.
Dengan dukungan dari DPR dan infrastruktur yang sudah dibangun, ia berharap pemerintah mampu menjalankan program swasembada pangan secara maksimal, sehingga Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada impor pangan, sekaligus memaksimalkan potensi alam yang dimiliki.
Dengan dukungan dari DPR dan infrastruktur yang sudah dibangun, ia berharap pemerintah mampu menjalankan program swasembada pangan secara maksimal, sehingga Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada impor pangan, sekaligus memaksimalkan potensi alam yang dimiliki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









