AKURAT.CO Usulan pembentukan Dewan Logistik Nasional sebagai one stop service penyelesaian isu-isu atau masalah terkait logistik mendapat tanggapan beragam.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti misalnya, memberikan pandangan yang berbeda. Menurutnya, pembentukan lembaga baru seperti Dewan Logistik Nasional justru akan menambah beban pengeluaran negara.
"Waduh kebanyakan badan, mbak. Kalo banyak lembaga malah banyak pengeluaran rutin. Jika hal ini terjadi maka beban APBN semakin berat," ungkap Esther saat dihubungi Akurat.co, Kamis (10/10/2024).
Baca Juga: Dilema Dewan Logistik Nasional
Menurut Esther, pengelolaan logistik sebenarnya dapat dilakukan dengan lebih efisien tanpa perlu menambah lembaga baru. Ia menyarankan agar masalah logistik ditangani melalui Kementerian Perhubungan, dengan fokus pada pengaturan tarif transportasi.
Pandangan ini menunjukkan dua pendekatan yang berbeda dalam menyelesaikan tantangan logistik nasional. Di satu sisi, ada pandangan pembentukan lembaga khusus untuk menciptakan efisiensi dan integrasi sistem logistik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









