Bapanas Ungkap Fakta di Balik Tingginya Harga Beras: Petani Harus Tetap Untung

AKURAT.CO Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rachmi Widiriani, menyampaikan pandangannya terkait tingginya harga beras di dalam negeri.
Menurut Rachmi, meskipun harga beras saat ini melonjak, hal tersebut juga dipengaruhi oleh biaya produksi yang semakin tinggi, sehingga petani tetap berhak mendapatkan keuntungan yang layak.
"Jika kita melihat dari struktur biaya produksi beras dalam negeri, memang terlihat jelas bahwa biaya produksinya tinggi. Namun, petani juga berhak mendapatkan keuntungan. Saat ini sebenarnya merupakan momen yang membahagiakan bagi petani karena harga gabah mereka dibeli di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP)," ujar Rachmi dalam keterangannya, Jumat (20/9/2024).
Baca Juga: Tupperware Ajukan Bangkrut
Rachmi juga menyoroti Nilai Tukar Petani (NTP) yang menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya bagi petani tanaman pangan.
"Dalam 10 tahun terakhir, NTP petani tanaman pangan saat ini adalah yang tertinggi. Ini menunjukkan bahwa petani mulai mendapatkan hasil yang lebih baik dari usahanya," jelasnya.
Ia menekankan pentingnya peran pemerintah untuk memastikan keseimbangan antara keuntungan petani dan akses masyarakat terhadap harga beras yang terjangkau.
"Pemerintah harus hadir di tengah-tengah, memastikan petani mendapatkan harga yang baik, sementara konsumen juga bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik," tambah Rachmi.
Baca Juga: Sudah Ketemu Lolly, Nikita Mirzani Pastikan Putrinya Tak Akan Pulang ke Rumah
Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan, lanjutnya, adalah kualitas benih.
"Jika benih yang digunakan petani berkualitas baik, produktivitas akan meningkat, dan hasil panen per satuan lahan juga akan lebih tinggi. Dengan demikian, petani bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik dari hasil penjualan," ujarnya.
Lebih lanjut, Rachmi mengungkapkan bahwa dengan perluasan lahan pertanian dan perbaikan-perbaikan yang sedang dilakukan, harga beras diharapkan akan stabil dalam jangka panjang.
Namun, ia menegaskan pentingnya memastikan petani tetap mendapatkan keuntungan dari usaha tani mereka.
"Perbaikan yang sedang dan akan terus dilakukan diharapkan bisa meningkatkan produktivitas petani. Selain itu, upaya efisiensi juga harus dilakukan. Dengan efisiensi, produktivitas naik, petani akan mendapatkan dua keuntungan, yaitu harga yang bagus dan produksi yang lebih tinggi. Lambat laun, harga beras juga akan stabil," tutup Rachmi.
Baca Juga: Graham Arnold Akui Hasil Imbang Lawan Indonesia Picu Keputusannya Lepas Jabatan Pelatih Australia
Dengan optimisme terhadap berbagai perbaikan yang dilakukan, pemerintah dan pihak terkait berharap dapat mendorong produktivitas sektor pertanian dan menjamin kesejahteraan petani serta kestabilan harga pangan di tanah air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








