AKURAT.CO Indonesia Commodity and Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengatakan digitalisasi ekosistem di industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) dapat mempercepat dan mempermudah proses bisnis di sektor tersebut.
"Dalam ekosistem PBK, semua pemangku kepentingan saling terhubung, dan dengan digitalisasi tentunya akan lebih memudahkan, mempercepat serta mengefektifkan 'business process', yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan volume transaksi," kata Direktur Utama ICDX, Fajar Wibhiyadi di Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Menurut Fajar, untuk digitalisasi ekosistem di industri PBK, secara jangka panjang perlu dibuat peta jalan (roadmap) yang memuat dari fase perencanaan, fase implementasi, fase optimalisasi, sampai dengan fase pematangan.
"Transformasi menuju digital telah merambah ke semua sektor, dan mau tidak mau industri PBK harus melakukan transformasi menuju digital. Namun, transformasi ini perlu dilakukan secara bersama oleh semua pemangku kepentingan. Jadi ekosistemnya yang dilakukan transformasi, atau Digitalisasi Ekosistem," ujarnya.
Hal ini sejalan dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang mendorong industri perdagangan berjangka komoditi untuk melakukan transformasi secara digital. Fajar menuturkan berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam digitalisasi ekosistem PBK, adalah perlunya sumber daya manusia yang memiliki mindset digital, perlunya dilakukan inovasi pada operasional dan pendekatan strategis dengan mengacu pada digitalisasi.
Hal berikutnya yang juga penting diperhatikan terkait aksesibilitas atau ketersediaan informasi industri, layanan publik dan informasi perdagangan, serta memaksimalkan komunikasi publik dengan menggunakan media massa berbasis digital termasuk media sosial.
Terkait industri perdagangan berjangka komoditi, Bappebti mencatat nilai transaksi PBK pada 2023 secara notional value (NV) mencapai Rp25.680 triliun. Pada semester I-2024, kinerja PBK tercatat Rp14.594 triliun. Dikutip dari Investopedia, notional value adalah istilah yang sering digunakan oleh pedagang derivatif untuk merujuk pada nilai total aset dasar dalam suatu kontrak.
Nilai nominal dapat berupa nilai total suatu posisi, seberapa besar nilai yang dikendalikan oleh suatu posisi, atau jumlah yang disepakati dalam suatu kontrak. Nilai nominal adalah nilai yang digunakan untuk menentukan pembayaran atas suatu aset keuangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









