AKURAT.CO Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan keberhasilan ekspor bawang merah tak lepas dari pembangunan ekosistem hulu sampai hilir yang berujung pada optimalisasi produksi.
"Tentunya sesuai tugas dari Presiden Joko Widodo, saya bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, tugas kami menjaga harga di tingkat petani dan menyiapkan standby buyer. Bawang merah ini selain untuk pemenuhan konsumsi lokal, juga merupakan komoditas andalan ekspor. Jadi kalau sudah ada stoknya dan masih berlebih, kita harus lakukan ekspor," ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Sabtu.
Adanya tren peningkatan produksi bawang merah pada daerah sentra produksi seperti di Brebes, Jawa Tengah harus didayagunakan dengan optimal. Fokus pemerintah dilakukan dengan menjaga harga produsen bawang merah, sehingga langkah ekspor jadi salah satu strategi yang ditempuh.
Baca Juga: Mentan Amran Sulaiman dan KSAD Jenderal Maruli Panen Bawang Merah di Kawasan Urban Farming
"Kita lihat bawang merah di sini sedang disiapkan untuk ekspor ke Thailand, Malaysia sampai Vietnam, dengan spesifikasi tertentu. Ini sangat baik. Di Brebes ini dilakukan grading dan sortasi menyesuaikan spesifikasi ekspor. Ini lagi disiapkan, seminggu bisa 7 kontainer. Tenaga kerja grading juga ada sampai 200 orang, ini karena grading-nya harus disesuaikan dengan kebutuhan ekspor," kata Arief.
Dia memastikan pemerintah hadir agar bawang merah hasil kerja keras petani termanfaatkan dengan baik. "Tentunya kita patut mengapresiasi Kementerian Pertanian yang terus berupaya meningkatkan produksi bawang merah. Terima kasih juga untuk para petani bawang merah di berbagai sentra produksi seperti di Bima dan Brebes ini, kualitasnya sudah bagus dan diminati pasar internasional," ujarnya.
Bapanas juga telah membangun komitmen bersama dalam kaitannya offtaker bawang merah. Komitmen yang ada telah sampai angka 12.500 ton. Ini dilakukan dengan merangkul BUMN pangan dan pemerintah daerah.
"Badan Pangan Nasional bersama Kementerian Pertanian, Pemprov Jateng, Bulog dan ID FOOD, senantiasa berupaya menjaga harga yang baik di tingkat petani. Jadi setelah ini akan dilakukan offtake kurang lebih 12.500 ton. Semoga setelah ini, tidak ada lagi harga bawang jatuh di tingkat petani. Jayalah petani Indonesia," kata Arief.
Adapun komitmen offtaker bawang merah tersebut berasal dari Perum Bulog sebesar 10 ribu ton, ID FOOD 2 ribu ton, dan BUMD Jawa Tengah 500 ton. Dengan itu, kalangan petani mendapatkan kepastian serapan hasil produksinya.
Menilik rilis Badan Pusat Statistik (BPS), terkait Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH), di Juli pemerintah masih dapat menjaganya berada lebih dari 100 poin, yakni di 120,44. Capaian ini masih lebih tinggi dibandingkan awal 2024 yang saat itu berada di 117,39.
Sementara jika dilihat pada indeks harga yang diterima oleh petani sayur-sayuran, termasuk bawang merah, di Juli berada pada 155,27 dan masih cukup baik dibandingkan Januari 2024 yang berada di 147,68.
Lebih lanjut, terkait offtaker bawang merah yang telah disiapkan Bapanas, disepakati dengan harga pembelian sudah di gudang penyimpanan yakni Rp16.000 per kilogram (kg). Namun ini tidak terbatas di Brebes saja, sehingga dapat menyasar ke daerah sentra produksi bawang merah lainnya.
Langkah ini turut melibatkan Champion Bawang Merah. Ke depannya akan diadakan perjanjian kerja sama antara BUMN pangan dengan Champion Bawang Merah, sehingga komitmen dapat lebih terlaksana dengan baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T










