Mendagri Yakin Target RI Jadi Lumbung Pangan Dunia Terwujud di Tangan Mentan Amran

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengaku bersyukur pertanian Indonesia saat ini dikomandani Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang juga pelopor terwujudnya swasembada pangan.
Dia mengaku kagum karena Amran memiliki semangat dan tekad yang kuat dalam mencapai kemandirian pangan.
"Yang saya tahu, di jaman Pak Jokowi swasembada itu bermula di tangan beliau (Andi Amran Sulaiman). Dan sekarang semangat beliau kembali menggelora," kata Tito saat menghadiri Rapat Koordinasi Perluasan Areal Tanam antara Kementan dan Kemendagri, ditulis Sabtu (8/6/2024).
Tito mengatakan, semangat Mentan Amran dalam menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia sangat mungkin untuk segera terwujud. Mengingat, saat ini angkatan kerja yang ada merupakan angkatan kerja terbesar di dunia.
Di samping itu, potensi sumber daya alam Indonesia sangat melimpah sehingga upaya perluasan areal tanam atau PAT sangatlah tepat.
"Nah kita sangat gembira karena kita memang harus menuju ke sana (lumbung pangan dunia). Jadi saya mendukung apapun argumennya untuk mewujudkan mimpi Indonesia sebagai negara dominan. Dan dari semua itu food adalah yang paling utama. Kenapa) yang lain bisa ditahan tapi pangan tidak," katanya.
Baca Juga: Wujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia, Kementan-Kemendagri Kerja Sama Optimasi Lahan
Di tangan Mentan Amran, kata Tito, keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan swasembada dapat diwujudkan dalam waktu cepat. Sebab, apabila sebuah negara berbicara perekonomian maka didalamnya pasti berbicara produksi dan pertanian.
"Indonesia tahun 2045 akan menjadi negara terbesar di dunia. Ini sangat mungkin terjadi karena kalau kita bicara ekonomi kita pasti bicara produksi dan pangan. Jadi siapa yang mampu membanjiri produksi, maka dia akan menguasai dunia," katanya.
Mengenai hal ini, dia juga mendukung keterlibatan militer dalam memperkuat program pertanian. Menurutnya, militer dan pertanian adalah satu kesatuan yang bisa memperkuat pertahanan.
"Saya mendukung TNI terlibat langsung pada program pertanian karena dalam pertahanan juga ada pertanian. Oleh karenanya kita perlu kebersamaan baik pemerintah daerah maupun pusat. Ingat, untuk menuju negara dominan kita harus membanjiri produksi," jelasnya.
Sementara itu, Mentan Amran mengatakan, solusi cepat yang ditawarkan saat ini adalah optimasi melalui pompanisasi. Dia yakin apabila program tersebut dijalankan maka Indonesia dapat mewujudkan swasembada dan juga lumbung pangan dinia.
"Ingat saat ini ada banyak negara yang mengalami penurunan produksi dan ada banyak penduduk dunia yang menderita kelaparan. Karena itu harus kita mitigasi dengan solusi cepat berupa optimasi melalui pompanisasi," jelasnya.
Diketahui, Kebijakan jangka pendek kementan menuju swasembada di antaranya adalah optimasi lahan rawa 400.000 hektare, pompanisasi sawah 1.000.000 hektare dan transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern seluas 250.000 hektare.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







