AKURAT.CO Pemerintah Indonesia, melalui Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), secara aktif mendorong Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk meningkatkan serapan gabah dan beras petani, terutama dalam periode panen raya.
Dalam upayanya untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat, Pemerintah menganggap pentingnya mengoptimalkan proses serapan ini, demikian seperti yang disampaikan dalam akun resmi Badan Pangan Nasional di platform media sosial Instagram.
"Sobat Pangan, Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) terus mendorong Perum Bulog untuk mengoptimalkan serapan gabah/beras petani pada saat panen raya," demikian diunggah akun tersebut, dikutip Senin (13/5/2024).
Baca Juga: Tinjau Panen Raya Jagung di Boalemo, Jokowi Harap Indonesia Bisa Kurangi Ketergantungan Impor
Menindaklanjuti upaya ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengeluarkan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 167 Tahun 2024.
Dalam ketentuan ini, jika terdapat gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp6.000 per kilogram, gabah kering giling (GKG) seharga Rp7.400 per kilogram, dan beras kualitas medium dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram, diharapkan para petani dan pihak terkait dapat menghubungi kantor wilayah Bulog untuk berkoordinasi lebih lanjut.
"Untuk itu, dengan dikeluarkannya Kepbadan Nomor 167 tahun 2024 tentang Fleksiblitas HPP gabah/beras, jika terdapat harga GKP < Rp6.000/kg, GKG < Rp7.400/kg, dan Beras Medium < Rp11.000/kg, dapat menghubungi Kanwil/Kanca Perum BULOG/tim Direktorat SPHP NFA disertai dokumentasi gambar, video singkat, dan kontak petaninya," demikian penjelasan lebih lanjut yang disampaikan oleh Bapanas.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi yang diadopsi oleh pemerintah untuk memastikan ketahanan pangan yang kokoh di tengah dinamika ekonomi dan sosial masyarakat. Dengan mengoptimalkan serapan beras, diharapkan dapat tercipta stabilitas harga beras yang lebih baik dan pangan yang cukup tersedia untuk semua lapisan masyarakat Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










